BLITAR - Banyak orang penasaran bagaimana cara menghitung biaya harian dari ternak ayam petelur. Salah satu fakta unik yang jarang diketahui adalah kebutuhan pakan. Ternyata, satu ekor ayam petelur membutuhkan rata-rata 1,1 ons pakan setiap harinya.
Perhitungan ini diungkap dalam sebuah video YouTube yang membahas detail ternak ayam petelur skala kecil, hanya 48 ekor. Dari hitungan tersebut, kebutuhan pakan 48 ekor ayam mencapai 5,3 kilogram per hari.
“Kalau dihitung secara rata-rata, satu ekor ayam petelur butuh 1,1 ons pakan. Dari situ kita bisa menentukan berapa biaya harian yang harus disiapkan,” jelas narasumber dalam video tersebut.
Dengan harga pakan sekitar Rp6.700 per kilogram, maka biaya pakan 48 ekor ayam per hari mencapai Rp35.500. Angka inilah yang kemudian menjadi patokan penting dalam menghitung keuntungan harian usaha ayam petelur.
Dari sisi produksi, 48 ekor ayam bisa menghasilkan rata-rata 2,3 kilogram telur per hari. Jika dijual dengan harga Rp25 ribu per kilogram, pendapatan harian yang diperoleh mencapai Rp57.500.
Artinya, keuntungan bersih yang bisa didapat adalah Rp22 ribu per hari setelah dipotong biaya pakan. Jumlah ini mungkin tampak kecil, tetapi jika dikalikan per bulan hasilnya mencapai Rp600 ribu.
Perhitungan rinci seperti ini penting agar peternak tidak salah langkah. Kebutuhan pakan yang stabil harus dipastikan agar ayam tetap sehat dan produksi telur tidak menurun. Jika kebutuhan pakan kurang, produktivitas bisa merosot drastis.
“Hitungan pakan ini bukan sekadar angka. Kalau pakan cukup dan seimbang, ayam bisa bertelur stabil hingga dua tahun,” tambah narasumber.
Fakta teknis ini juga menjadi pengingat bahwa keuntungan ternak ayam petelur sangat bergantung pada manajemen pakan. Meskipun harga telur fluktuatif, peternak bisa tetap untung jika mampu menjaga efisiensi biaya.
Selain pakan, biaya tambahan seperti obat-obatan dan vaksin juga perlu dihitung. Dalam video tersebut disebutkan, biaya kesehatan ayam rata-rata hanya sekitar Rp60 ribu per bulan untuk skala 48 ekor.
Dengan pengelolaan yang baik, keuntungan tahunan dari ternak kecil ini bisa mencapai Rp7,2 juta. Sedangkan dalam dua tahun, total keuntungan bersih menembus Rp14,4 juta, belum termasuk hasil penjualan ayam afkir yang sudah tidak produktif.
Detail teknis seperti kebutuhan pakan 1,1 ons per ekor per hari ini jarang dibahas di luar kalangan peternak. Padahal, informasi sederhana ini bisa menjadi bekal penting bagi pemula yang ingin mencoba usaha ternak ayam petelur.
Bagi masyarakat desa, angka kebutuhan pakan yang jelas membantu mereka mengatur anggaran. Bagi wirausaha pemula, ini juga bisa jadi pertimbangan sebelum terjun langsung ke usaha peternakan.
Kesimpulannya, fakta kecil tentang kebutuhan pakan ayam ternyata memegang peran besar dalam menentukan untung-rugi usaha. Dengan perhitungan yang cermat, bahkan peternak kecil sekalipun bisa menjaga kestabilan produksi dan keuntungan.
Editor : Anggi Septian A.P.