Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Optimalkan Investasi Bidang Padat Karya, DPMPTSP Kota Blitar Target Investasi Miliaran Rupiah pada Tahun Ini

M. Luki Azhari • Jumat, 26 Januari 2024 | 23:30 WIB
Photo
Photo

BLITAR - Bumi Bung Karno masih menjadi daerah yang diminati investor lokal maupun nasional untuk mengembangkan usaha. Buktinya, realisasi nilai investasi tahun lalu mencapai Rp 385,06 miliar (M). Capaian investasi tahun ini diprediksi lebih meningkat dari dua tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Blitar, Heru Eko Pramono mengungkapkan, tahun ini target investasi sebesar Rp 387 M. Jumlah ini meningkat pesat dari target pada 2023 yang hanya Rp 167,8 M. Meski begitu, pihaknya optimistis realisasi sepanjang 2024 lebih baik.

"Kami yakin akan banyak investasi yang masuk kota. Karena memasuki pekan kedua Januari, ada pelaku usaha dari luar kota yang melakukan penjajakan investasi," ujar Heru, Kamis (25/1).

Prediksi DPMPTSP itu tak lepas dari kondisi sosial dan budaya yang ada. Menurut Heru, situasi keamanan, ketertiban, dan budaya jadi faktor yang mendukung peningkatan sektor investasi. Terlebih, banyak kemudahan untuk menarik calon investor menanamkan modal.

Terdapat sejumlah jenis usaha yang menyumbang realisasi investasi. Di antaranya, bisnis perhotelan, supermarket, bidang usaha kebutuhan pokok, hingga sarana hiburan kafe yang kian menjamur. Analisis ini berdasarkan pemantauan tiap tahun.

"Beberapa kafe ada yang mengajukan buka 24 jam. Ini fenomena baru yang harus kami tangkap, sehingga target investasi selalu terlampaui," tuturnya.

Meski dihadapkan pada peluang nyata, terdapat sejumlah persoalan yang terjadi di lapangan. Terkadang masyarakat urung bisa menerima perubahan akibat meroketnya investasi di daerah. Untuk itu, perlu adaptasi secara bertahap.

Kapasitas luasan lahan di kota yang terbatas juga menjadi tantangan. Selama ini cukup banyak calon investor yang ingin tanam modal, tetapi terbentur dengan wilayah kota yang terbatas.

Dengan begitu, pemkot pilih mengoptimalkan jenis investasi bidang padat karya yang notabene tidak memerlukan lahan luas.

"Kalau kami ajak industri dan butuh lahan seluas 10 hektare, kami angkat tangan. Alternatifnya, kami coba maksimalkan investasi lain yang mendukung dengan kota," jelasnya.

Dia menilai, rata-rata karakteristik calon investor cenderung sensitif. Utamanya ketika menyikapi isu-isu yang terjadi di daerah. Bukan hanya di lini ekonomi, melainkan dalam hal keamanan dan ketertiban. "Ini kondisi stabil yang harus kami jaga. Jangan sampai minat mereka berkurang untuk menanamkan usaha di kota," ujarnya.

Disinggung soal pengaruh tahun politik, Heru menambahkan, tidak ada dampak berarti. Justru potensi investasi tetap terjaga, bahkan lebih menjanjikan.

"Tapi ini tergantung manage kami seperti apa. Itu saja. Kalau manage kami serta masyarakat dan pihak terkait sama-sama baik, maka baik pula untuk berusaha," tandasnya.

Realisasi investasi di Kota Patria dalam kurun dua tahun terakhir memang mumpuni. Pada 2022, capaian investasi sebanyak Rp 345,22 M dari target Rp 167,2 M. Sementara tahun lalu, dari penetapan target Rp 167,8 M, realisasi mencapai Rp 385,06 M. (luk/c1/sub)

Editor : Luqman Hakim
#meningkat #investasi #Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)