BLITAR - Hanna Anytyas Sari, warga Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan yang memanfaatkan buah pepaya untuk dijadikan olahan mille crepes.
Lantai satu rumahnya menjadi tempat untuk membuat makanan yang sempat viral awal 2023 lalu.
Tangannya begitu telaten menyusun lembar demi lembar adonan mille crepes yang sudah jadi. Lembar pertama disusun dalam sebuah loyang. Kemudian diatasnya diolesi dengan wipe cream. Terus berulang hingga dua puluh lapis.
“Selai pepayanya di lapisan kesepuluh, kemudian beberapa lapis diatasnya ditambah irisan buah pepaya dan dilapisi dengan lembar mille crepesnya,”
jelasnya Hanna sambil sesekali menyusun mille crepes.
Setelah mille crepes jadi, diberi topping dengan selai dan irisan buah pepaya. Kemudian disimpan di kulkas agar tumpukan mille crepes padat.
Sehingga, mudah dipotong dan tidak mudah rusak. “Di simpan di freezer dulu sekitar 1,5 jam. Setelah itu bisa disimpan di rak yang biasa,” jelasnya.
Perempuan 37 ini mengaku masih setahun terakhir berjualan mille crepes. Tepatnya awal 2023 lalu.
Ketika bekerja di suatu perusahaan swasta, dia sering membawa mille crepes buatannya. “Setelah nggak bekerja ternyata masih banyak yang suka dan berlanjut sampai sekarang,” imbuhnya.
Selain itu, ide mille crepes pepaya karena sang anak yang tidak suka buah pepaya. Namun, mau makan buah pepaya ketika diolah menjadi mille crepes.
Sehingga, olahan ini bisa menjadi alternatif untuk orang-orang yang tidak suka pepaya tapi ingin menikmati.
Menurutnya, proses pembuatan mille crepes cukup mudah. Hanya, membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Selain itu, membutuhkan ketelatenan untuk menyusun lembaran mille crepes.
Bahan adonan yang dibutuhkan juga simpel. Yakni, tepung terigu, margarin, susu, gula, telur, dan selai pepaya.
Selai pepaya juga dibuat secara home made. Yaitu, buah pepaya, gula, perasan lemon, dan kayu manis.
“Pepayanya pakai yang jenis pepaya Thailand. Dulu pernah pakai jenis California tapi menghasilkan rasa sedikit pahit,” bebernya.
Biasanya, perempuan ramah ini menjajakan mille crepes di depan gedung Graha Patria. Selain itu, dititipkan di tempat wisata.
Namun, juga dipasarkan secara online melalui media sosial dan grabfood. Sementara ini rata-rata pelanggan masih di wilayah Blitar Raya.
Tidak dipungkiri saat ini banyak yang berjualan mille crepes. Pasalnya mille crepes menjadi ide bisnis rumahan yang mudah dikreasikan.
Menurut dia, hal itu tidak bisa dihindari. Diapun tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.
“Bagi saya rezeki itu sudah ada yang mengatur. Semua orang pasti punya seleranya masing-masing. Yang penting adalah menpertahankan kualitas produk,” tandansya. (*/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila