Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Ely Fitria Pembuat Olahan Durian Asal Blitar, Bahan Baku dari Luar Daerah, Mulai Ramai saat Covid-19

Agus Muhaimin • Rabu, 7 Februari 2024 | 18:17 WIB
TUNJUK: Ely Fitria menunjukkan berbagai jenis olahan berbahan dasar durian di rumahnya Selasa (6/2).
TUNJUK: Ely Fitria menunjukkan berbagai jenis olahan berbahan dasar durian di rumahnya Selasa (6/2).

BLITAR - Fokus merawat anak di rumah, menjadi awal mula Ely mulai membangun usaha. Karena memiliki banyak waktu luang, pada 2013 silam, dia mulai utak-atik menu makanan menggunakan bahan dasar durian. Pancake durian menjadi salah satu menu andalannya kala itu.

“Dulu itu saya keluar dari tempat kerja karena momong anak di rumah. Nah, karena bosan dan terkesan nganggur, akhirnya coba-coba membuat makanan dengan bahan dasar durian. Makanya lahir makanan pancake durian ini,” ujarnya sambil menunjukkan satu toples berisi pancake durian di rumahnya selasa (6/2).

Panganan buatan Ely ini tampaknya diterima pasar dengan cukup baik. Bahkan, tiga tahun berikutnya, dia mampu mendirikan kedai makanan dan minuman khusus durian.

Untuk menjaga kualitas makanan olahanya, Ely pilih-pilih bahan. Dia tidak menggunakan produk lokal meski Kabupaten Blitar juga menjadi daerah produksi durian.

“Kami ada supplier durian dari Medan. Durian dari sana dagingnya sudah disendirikan dan terjamin kualitasnya. Soalnya sudah berani ekspor juga,” tuturnya.

Sebenarnya, usaha Ely ini tidak selalu mulus. Terutama soal bahan baku. Ely menceritakan, tahun kemarin dia kesulitan mendapatkan bahan baku karena banyak petani durian di Medan gagal panen.

Kelangkaan bahan baku ini secara otomatis berdampak pada harga bahan baku dan harga jual pancake.

“Bahan baku terbatas. Kami juga harus saingan dengan pabrik-pabrik yang mengimpor produk ini,” katanya.

Ely mempercayakan bahan baku dari Medan bukan tanpa pertimbangan. Selain kualitasnya bagus, produksi durian Medan tidak mengenal musim. Dengan begitu, kebutuhan bahan baku produksi tetap terjaga.

“Sebenarnya semua durian bisa diolah. Tapi, biaya pemisahan dagingnya ribet. Selain itu harus mikir juga limbahnya.

Makanya kami memilih ambil dari Medan. Terus, durian sana itu dagingnya tebal dan rasanya manis,” ungkapnya.

Tak cukup dengan pancake, Ely juga membuat diversifikasi produk. Mulai dari sambal durian, nastar durian, selai durian, kebab durian, risoles durian, dan berbagai olahan minuman dari durian lainnya.

Makanan dan minuman tersebut adalah produk yang lolos uji. Sebab, ada juga beberapa produk yang tidak cocok dengan lidah masyarakat.

Meski menurut Ely enak, faktanya susah dipasarkan alias tidak begitu diminati. Misalnya, spageti durian dan nasi goreng durian.

“Kalau bisnis makanan dan minuman itu memang harus kreatif, tidak bisa berhenti. Kalau berhenti akan kalah dengan produk lainnya, kalah saing,” ujarnya.

Dari uji coba dan berbagai error, kini dia mampu memiliki 39 outlet dan satu kedai makanan minuman berbahan dasar durian.

“Outlet itu untuk durian kocok medan. Saat pandemi Covid-19 banyak diminati masyarakat. Soalnya saat itu masih ada pembatasan, jadi masyarakat bisa beli minuman tanpa harus berburu durian,” ungkapnya. (*/c1/hai)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #pancake #kuliner #olahan durian