Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Seni Cat Kuku Masih Hits di Blitar Raya, Banyak Layani Momen di Hari Besar, Cowok Suka Gambar Petir

Mohammad Syafi'uddin • Senin, 19 Februari 2024 | 19:40 WIB
Proses pembuatan nail art
Proses pembuatan nail art

BLITAR - Nail art atau seni cat kuku sudah tiga tahun terakhir eksis di Blitar Raya. Sampai sekarang, seni menghias kuku ini tetap menjadi primadona bagi beberapa kalangan, terlepas dari usia muda ataupun tua. 

Bahkan, berbagai model nail art sudah pernah dibuat oleh tim kerja dari Blitar ini, mulai dari yang biasa, berwarna-warni, hingga yang bergambar. 

“Yang disukai itu tidak tentu. Ada beberapa yang suka simpel, ada juga yang suka glamor,” ujar Alfi Fitroh Almahdah, karyawan nail art di salon kecantikan di Kelurahan Kepanjenkidul, Kecamatan Sukorejo kota Blitar.

Model nail art bergambar cenderung lebih banyak ketika momen-momen tertentu. Seperti saat Natal, Paskah, Valentine, dan Imlek. Untuk hari biasa, pengunjung paling banyak sampai 20 hingga 25 orang.

“Pokoknya itu paling ramai ketika hari-hari besar. Di sini itu jarang sepi,” lanjutnya. Ternyata seni menghias kuku tidak hanya digemari perempuan. Faktanya, ada beberapa cowok yang datang untuk perawatan kuku di salon. 

Tentunya keinginan cowok berbeda dengan cewek Ada yang hanya ingin merapikan kuku dan ada juga yang meminta untuk diwarnai. “Polos juga ada. Namun biasanya mereka meminta gambar-gambar seperti petir. Untuk perawatannya, cowok itu tidak seribet cewek,” ujarnya.

Kendati cara perawatannya cenderung sama, terkadang ketika pembersihan kultikula agak ribet. Soalnya tindakan pembersihan kultikula ke cowok cenderung kurang bersih jika dibandingkan dengan cewek. 

Kebanyakan merasa geli dan enggan untuk benar-benar dibersihkan. “Seharusnya kultikula itu sampai bersih,” ujarnya. 

Ilmu menghias kuku ternyata tidak semudah seperti yang dibayangkan. Namun, tindakan pembersihan dan pengecatan ini cenderung berbeda di setiap salon. Ada alat-alat khusus dan cara khusus agar kuku yang dihias bisa lebih awet. 

“Alat itu penting, agar kuku benar-benar bersih saat melakukan perawatan. Ini memengaruhi kualitas kutek,” ungkapnya. Alatnya macam-macam, salah satunya ialah drill kuku. 

Lampu juga diperlukan agar pekerja yang melukis bisa melihat lebih jeli dan tidak berkesan asal asalan. Namun yang utama itu tetap telaten. Untuk melukis kuku, hal pertama yang dilakukan adalah membersihkan kultikula. 

Lalu, kikir semua permukaan hingga kasar, kemudian di-buffer agar permukaan kuku yang kasar berkurang dan terkesan halus.

“Di buffer itu biar berkurang kasarnya, namun tetap ada tekstur bergerigi. Tujuannya agar kuteknya nanti tetap awet. Jika tidak dikikir, kutek tidak akan awet. 

Setelah semua langkah diterapkan, tinggal pengaplikasian base coat, kemudian pewarnaan,” ujarnya. Setelah pengecatan, langkah terakhir ialah pemberian sinar UV agar lebih cepat kering. 

 Baca Juga: Cerita Kepala SMAN 1 Kademangan Berawal Dari Tertarik Catur Bisa Jadi Guru

Dia menjelaskan, semua langkah tersebut harus diterapkan. Jika tidak melakukan prosedur dengan benar, maka ketahanan kuku dan kutek akan berpengaruh. 

“Jika sesuai aturan itu, nanti akan tahan selama tiga bulan. Namun tetap tergantung orangnya masing-masing, soalnya kegiatan rutinitas itu memengaruhi ketahanan kutek.

Yang harus diingat, jari kuku jangan sering terkena air panas atau membuka botol, nanti akan cepat rusak kuteknya,” ungkapnya. (mg2/c1/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#nail art #blitar #seni cat kuku