BLITAR - Nilai lebih dimiliki Mertha Yuana sejak masih muda. Di saat usianya masih 19 tahun, dia sudah menjadi seorang make-up artist (MUA) profesional dan meraih banyak prestasi.
Perjalanan perempuan asal Kota Blitar ini pertama kali berkenalan dengan dunia make-up sejak duduk di bangku sekolah.
“Saya belajar make-up saat masih SMA. Tahun 2017 awalnya ikut les dan kursus. Mulai dari situlah belajar dunia rias,” ungkap Mertha, sapaan akrabnya.
Dari situ, dia terus menekuni kecintaannya pada make-up. Hingga akhirnya, dia mendapatkan klien pertamanya yang kala itu untuk acara prewedding.
Setelah lulus di bangku SMA, dia semakin menunjukkan minatnya terhadap make-up. Hal tersebut dibuktikan dengan prestasinya saat mengikuti ajang lomba make-up dan berhasil menyabet juara.
Prestasi pertama yang diperoleh yakni juara 1 Best Graduation Makeup di Unisba pada tahun 2018.
Kemudian disusul tahun 2020 yakni Workshop Best Make-up di Tulungagung. Serta September tahun 2023 lalu mendapatkan harapan 2 Kompetisi MUA se-Jatim di Surabaya.
Meski melakukan pekerjaan yang dicintai, tak bisa dipungkiri tentu ada saja tantangan tersendiri yang bisa muncul.
Bagi perempuan 27 tahun itu, tantangan yang dialaminya selama menjadi MUA adalah bertemu berbagai karakter klien berbeda-beda.
“Karakter klien yang berbeda-beda, misalnya ada pendiam, suka ngobrol, beragam banget lah,” tuturnya.
Di sisi lain, bertemu dengan berbagai karakter menjadi hal yang disukainya sebagai MUA.
Sebab, bisa belajar banyak hal baru dan ilmu kehidupan dari orang-orang yang ditemuinya.
“Selain bisa bepergian ke berbagai kota dan daerah, senangnya menjadi MUA adalah saya bisa berkenalan dengan orang dan bertemu karakter baru. Bisa punya banyak relasi dengan berbagai orang,” pungkasnya. (meg/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila