BLITAR - Warga kerap membeli bunga tabur yang digunakan untuk ziarah makam jelang Ramadhan. Permintaan tinggi terhadap bunga tabur membuat harganya naik.
Bunga kenanga yang biasanya Rp 50 ribu, kini mencapai Rp 120 ribu per kilogram (kg). Kemudian, bunga mawar yang biasanya Rp 150 ribu, saat ini mencapai Rp 350 ribu.
Salah satu pedagang bunga tabur di pinggiran Jalan Mawar Kota Blitar, Lusi menjelaskan, tingginya permintaan bunga hanya pada momen-momen tertentu.
“Ramai sebelum puasa, sebelum hari raya, sampai minggu pertama Idul Fitri. Kalau pada momen-momen tersebut, harga terus naik.
Pasalnya banyak yang nyadran,” ujar perempuan 41 tahun itu, Jumat (8/3/2024). Warga Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar itu, biasa berdagang pada Kamis Kliwon dan malam Jumat Legi. Selebihnya berdagang di rumah.
Jelang Ramadan ini, dia bisa berjualan setiap hari. Satu bungkus bunga dijual seharga Rp 4 ribu hingga Rp 4.500.
Pedagang bunga lainnya, Trias mengaku, bunga tabur tidak dijual kepada warga secara kiloan.
Pembeli biasanya membeli satu bungkus yang diisi bunga campur, per ons, seperempat, atau satu keresek kecil.
“Jualnya bukan sekilo. Paling laku sebungkus kecil itu sudah sepaket lengkap. Ada yang minta per ons, seperempat, atau per keresek kecil satu jenis bunga. Tergantung keinginan pembeli,” jelasnya.
Seorang warga, Afandi mengatakan, pada malam Jumat kemarin harga bunga sudah mulai naik. Harga tersebut diperkirakan akan bertahan sampai awal puasa.
“Biasanya kalau jelang Ramadan, bunga memang naik, sampai awal puasa. Banyak orang nyadran.
Orang-orang kalau musim nyekar, yang jauh-jauh pada mampir,” ungkapnya. (mg1/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila