Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Bulan Ramadan, Stok Kurma di Blitar Tahun Ini Terpantau Sedikit, Langsung Ambil di Pelabuhan untuk Penuhi Pasar

Mohammad Syafi'uddin • Senin, 18 Maret 2024 | 18:05 WIB
Kurma milik pedagang di Blitar
Kurma milik pedagang di Blitar

BLITAR - Ramadan selalu menjadi momen yang beda dengan hari-hari biasa.  Misalnya, makan manis, khususnya saat buka puasa. Tak pelak, kurma yang menjadi salah satu buruan saat Ramadan, kini juga melambung naik.

Salah satu pedagang kurma yang kini tinggal di Desa /Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, Mohammad Safri Said mengungkapkan, kurma yang dia miliki diambil langsung dari Surabaya. Kini, tidak lagi banyak stok barang karena ada masalah dalam distribusi.

 “Momen seperti ini memang yang banyak dicari itu kurma. Stok di lapangan sedikit dan akses distribusi sulit karena ada masalah di Laut Yaman, makanya tidak bisa stok banyak.

Soalnya di daerah sini itu kebanyakan untuk konsumsi sendiri. Walaupun ada yang dibeli untuk dijual lagi atau untuk takjil,” ujarnya.

Pada hari biasa tidak banyak masyarakat membeli kurma. Namun, hal itu berbeda saat Ramadan. Tercatat hampir setengah kuintal kurma habis terjual di minggu pertama puasa ini.

Safri tau jenis kurma yang diminati masyarakat. Karena hal ini, dia memilih untuk memperbanyak jenis kurma tertentu, misalnya kurma mesir.

Pemilihan jenis kurma ini didasarkan oleh harga yang sedang dan kualitas yang bagus.

“Yang lebih murah itu ada. Namun, buahnya itu kecil-kecil, kadang kematangan atau terkena kutu. Kurma seperti itu kurang diminati masyarakat.

Sedangkan kurma ini itu enak, buahnya besar, manis, dan memiliki daging tebal. Ini itu sudah premium tengah, nggak terlalu mahal atau terlalu murah,” ujarnya.

Kini, setiap dus dengan berat 10 kg per dus jenis kurma ini dia jual Rp 300 ribu. Itu lebih mahal dari hari-hari biasa. “Itu memang agak tinggi, soalnya ambil dari distributor itu juga tinggi.

Harganya pun juga naik turun, soalnya ketersedian stok terbatas. Distribusi dan kebutuhan pasar itu sulit, makanya tidak sebanding,” jelasnya.

Ke depannya, dia menduga harga kurma akan kembali meningkat. Hal ini buntut perang antara Israel dan Palestina sehingga Haouti membatasi akses kapal yang keluar masuk lewat Terusan Suez, Laut Merah.  (mg2/c1/hai)

Baca Juga: Opak Gambir, Jajanan Tradisional yang Tetap Eksis di Blitar, Camilan Lebaran Paling Diburu, dan Makin Banyak Varian Rasa

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #ramadan #kurma