Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jelang Lebaran, Harga Bapok di Blitar Diprediksi Naik, Telur Masih Tinggi, Tembus Sampai Rp 30 ribu Per Kilogram  

Mila Inka Dewi • Selasa, 26 Maret 2024 | 17:15 WIB
Penjual bahan pokok di pasar
Penjual bahan pokok di pasar

BLITAR - Seminggu lebih ramadan, sejumlah harga bahan pokok di Kota Blitar masih tinggi. Kondisi tersebut diprediksi terus berlangsung hingga Lebaran.

Kenaikan harga terjadi hampir untuk semua jenis komoditi pangan. Seperti daging, ayam potong, telur, cabe rawit hingga gula pasir.

Sejumlah pedagang di Pasar Legi Kota Blitar menyebut, kenaikan harga terjadi karena banyaknya permintaan dari konsumen.

"Seperti cabe merah besar Rp 33 ribu per kilogram, kalau yang keriting hari ini turun Rp 23 ribu per kg," kata salah satu pedagang Rosilah.

Sementara harga cabai rawit terpantau turun. Beberapa hari lalu dikisaran Rp 30 ribu per kg. Menurutnya, harga cabai rawit selalu berbeda setiap harinya. Namun, untuk cabe keriting atau besar cukup stabil.

Selain itu, gula pasir juga terpantau tinggi. Menjelang puasa hingga saat ini di kisaran harga Rp 17 ribu per kg.

Padahal biasanya hanya Rp 14-15 ribu per kg. Kenaikan terjadi karena banyak permintaan gula untuk membuat kue lebaran.

"Bahkan satu minggu sebelum Lebaran harga gula nanti biasanya naik. Itu sudah biasa terjadi, karena memang untuk bahan membuat kue," jelasnya.

Selanjutnya, harga ayam dan telur juga masih tinggi. Ayam potong masih diharga Rp 35 ribu per kilogram. Sementara untuk telur Rp 29 ribu per kg. Harga telur turun Rp 2 ribu dari beberapa hari lalu. Pada awal puasa sempat mencapai harga Rp 32 ribu per kilo.

"Telur juga untuk bahan dasar kue. Kalau ayam kemungkinan masih terus naik sampai Lebaran nanti," kata salah satu pedagang ayam potong, Rina.

Rina menyebut, sejumlah kebutuhan pokok hingga ayam pasti naik setiap bulan puasa dan Lebaran. Meski begitu, permintaan dari masyarakat cukup stabil.

Sebab, ketika puasa biasanya membuat menu berbuka yang berbeda dari hari biasa. "Kalau puasa kan biasanya mau masakan yang enak-enak.

Ya walaupun ada penurunan mungkin untuk daya belinya. Kalau biasanya satu kilo, sekarang cuma setengah kilo. Selebihnya ya masih stabil," jelasnya.

Dalam sehari dia bisa menghabiskan 10-15 kilogram ayam. Jika momen hajatan atau selamatan bisa meningkat 2 kali lipat. Namun, ketika harga daging ayam naik, biasanya mengurangi stok 3-4 kilogram. (ink/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#harga bahan pokok #lebaran #Kota Blitar #ramadan