Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Geliat Thrifting Jelang Lebaran di Kota Blitar, Kemeja Flanel dan Sepatu Paling Dicari Kawula Muda

M. Luki Azhari • Minggu, 31 Maret 2024 | 18:36 WIB
RAMAI: Pengunjung memadati stan pakaian bekas di salah satu acara di Kecamatan
RAMAI: Pengunjung memadati stan pakaian bekas di salah satu acara di Kecamatan

BLITAR - Minat pembeli pakaian bekas ini naik menjelang Lebaran. Kawula muda nyatanya tak melulu cari pakaian baru supaya tampak gaul.

Busana bekas yang dipoles anyar pun lumayan diminati. Di Bumi Bung Karno, usaha pakaian bekas atau thrifting makin menggeliat, utamanya mendekati momen Lebaran.

Umumnya baju-baju bekas tersebut bermerek asli dan bukan imitasi. Meski sudah pernah dipakai pemilik sebelumnya, tapi peminat pakaian ini masih tinggi.

Hal ini diungkapkan salah satu penjual busana thrift di Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar, Anita.

Menurutnya, ada peningkatan arus penjualan pakaian bekas. Dibandingkan hari biasa, penjualan perlahan mengalami kenaikan hingga 30 persen.

Pembeli didominasi kalangan anak-anak muda hingga dewasa. Mereka paling banyak membeli kemeja flanel serta pakaian lainnya.

“Mungkin untuk dipakai saat Lebaran. Daya belinya sudah mulai naik sejak seminggu ini,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar.

Kendati pakaian bekas, tapi harga jual masih bersaing. Mulai dari Rp 75 ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Rentang harga pun bisa berbeda-beda menyesuaikan kondisi pakaian. Maklum, pakaian biasanya sudah dalam keadaan resik dan tampak baru. 

“Sekarang usaha thrift atau pakaian bekas itu kayak naik level. Barang yang dijual juga sudah diproses, bersih, dan siap pakai,” jelasnya.

Bukan hanya kaus, kemeja, ataupun celana, beberapa penjual juga menjajakan dagangan khusus sepatu.

Seperti dilakukan Fany, pemuda asal Kecamatan Sukorejo. Penjualan sepatu bekas juga meroket saat Ramadan dan jelang Lebaran.

Peningkatan jumlah pembeli bahkan mencapai 40 persen hingga 50 persen. Kaum muda masih mendominasi. Jenis sepatu bekas yang dijual juga beragam.

Misalnya, flat shoes, denim shoes, hingga slip on. Namun, sneakers tetap yang paling banyak diminati.

“Tentu ada proses laundry khusus sepatu. Karena ada beberapa sepatu yang harus hati-hati saat mencucinya. Kualitas dan kondisi menentukan harga,” sambungnya.

Saat ini, sneakers bekas dari berbagai merek dibanderol mulai dari Rp 250 ribu, Rp 300 ribu, hingga Rp 500 ribu.

Memang tidak ada aturan spesifik yang mengatur soal batas harga barang bekas.

Dalam menentukan harga, pedagang terkadang menjadikan harga baru dan disandingkan dengan kondisi yang ada.

“Thrift itu selera. Suka dan tidak suka, dari calon pembeli. Terpenting, kami ada kualitas dan harga yang masih setara kondisi,” tandasnya. (luk/c1/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#lebaran #Thrifting #pakaian bekas #Kota Blitar