Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Tak Sekadar Jajan, Perajin Hampers Lebaran di Blitar Variasikan dengan Perlengkapan Ibadah Hingga Busana Hari Raya

M. Luki Azhari • Minggu, 14 April 2024 | 15:10 WIB
PESANAN PERNIK LEBARAN: Ruli Efendi dan Restiana menunjukkan sejumlah pesanan hampers yang siap kirim untuk bingkisan Lebaran.
PESANAN PERNIK LEBARAN: Ruli Efendi dan Restiana menunjukkan sejumlah pesanan hampers yang siap kirim untuk bingkisan Lebaran.

BLITAR - Ramadan hingga Lebaran selalu jadi momen istimewa bagi sebagian pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Tak terkecuali perajin hampers. Di Blitar, pelaku ekonomi kreatif (ekraf) ini memetik untung dari inovasi bisnisnya.

Seperti dirasakan Restiana, warga Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro. Perempuan 27 tahun ini mengaku diganjar berkah selama momen tersebut.

Photo
Photo

Tak sedikit hampers yang sudah diproduksi untuk pembeli sebagai bingkisan kala Lebaran. Meski demikian, dia menilai usaha pembuatan hampers kini kian menjamur.

Untuk itu, sederet inovasi perlu dilakukan agar daya tarik produk meningkat. Misalnya, hampers yang tak lagi berkutat dengan jajanan. 

“Untuk parcel Idul Fitri gak cuma makanan. Termasuk baju, make up perempuan, sampai peralatan ibadah,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar.

Ya, belakangan ini banyak pembeli yang menginginkan isian dan model bingkisan berbeda dari biasanya.

Setelah putar otak, busana dan perlengkapan ibadah nyatanya cukup diminati. Sebab, sebagian menilai hadiah tersebut akan lebih berkesan untuk penerima.

”Saya bikin variasi beda. Tahun kemarin pakai rotan, penyesuaian dengan hampers supaya lebih estetik,” lanjutnya.

Pengiriman pun akan lebih aman tanpa khawatir rusak ataupun kedaluwarsa. “Sementara pesanan masih dalam kota.

Kalau baju, pernik itu memang lebih aman kalau dibawa ke luar kota,” tutur perempuan yang sudah menggeluti usaha sejak 2020 lalu.

Proses pembuatan hampers sejatinya memakan waktu sekira 10 menit bahkan lebih, menyesuaikan tingkat kerumitan.

Untuk jumlah banyak, Resti dibantu sang suami, Ruli Efendi yang juga pelaku usaha ekraf. 

Hampers dijual mulai dari Rp 85 ribu, Rp 150 ribu, hingga menyesuaikan permintaan. “Memang ada peningkatan, meski belum banyak.

Justru sedikit turun dari tahun lalu. Semoga ke depan terus inovatif, dan makin berkembang,” sambungnya. (luk/sub)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#UMKM #lebaran #kanigoro #perajin hampers