BLITAR - Salah satu bisnis yang booming di era tahun 2000-an dan menjamur hampir di setiap sudut kota adalah PlayStation (PS).
Namun, kini rental PS mulai meredup dan hanya tinggal segelintir pemilik usaha yang masih eksis menjalankan usaha tersebut.
Akan tetapi, di tengah meredupnya bisnis itu, bukan berarti tidak ada potensi cuan bisa dihasilkan.
Pendapatan dari usaha rental PS ini variatif dan masih lumayan menjanjikan. Itu jika pengusaha tersebut masih telaten untuk menekuninya.
Salah satu pemilik usaha rental PS, Handriawan Widyasmoro, mengaku sudah menjalani usaha PS sejak tahun 2009.
“Di sini ada PS 3 dan PS 4 yang kami sediakan di rental. Untuk pendapatan tidak menentu, di hari kerja agak sepi, tapi saat akhir pekan atau musim liburan lumayan ramai,” terang warga Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo ini.
Meski omzet harian tidak menentu, tapi masih bisa untuk biaya operasional sehari-hari termasuk bayar listrik, servis stik, isi gim terbaru, dan perawatan unit PS.
Handri, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa pendapatan per hari tidak hanya berasal dari biaya sewa PS, tapi juga berasal dari makanan dan minuman (mamin) yang biasa dijual kepada pelanggan.
“Itu menjadi sumber pemasukan tambahan dan sangat membantu,” katanya.
Dia menambahkan, rental PS yang dimilikinya beroperasi mulai pukul 09.00 WIB sampai 02.00 WIB.
Di hari biasa, omzet rental PSmiliknya mencapai Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu per hari.
Namun, pada saat musim libur Lebaran bisa mencapai Rp 1 juta dalam satu hari. “Hasil tersebut merupakan akumulasi dengan penjualan mamin,”ungkapnya.
Dia bersyukur masih bisa bertahan untuk menjalankan usaha rental PS, mengingat para pengusaha lainnya sudah terlebih dahulu gulung tikar.
“Berapa pun hasilnya, terpenting selalu disyukuri dan masih bisa bertahan menjalankan usaha ini,” tuturnya. (iyo/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila