BLITAR - Tidak mudah menjaga konsistensi suatu usaha sampai bertahun-tahun. Apalagi di saat perkembangan teknologi sangat pesat, seakan akan rental PlayStation (PS) sudah terlupakan atau bahkan hilang dari peredaran.
Handriawan Widyasmoro memulai debut di dunia usaha rental PS pada tahun 2009 lalu, masih eksis hingga sekarang.
"Kuncinya ada pada pelayanan baik kepada pelanggan serta mau menerima masukan dan didukung dengan kondisi stik layak," ungkap Handri, sapaan akrabnya.
Dia mengaku semula tidak suka bermain PS tersebut. Namun mendapatkan inspirasi usaha pada saat berkuliah di salah satu universitas di Malang pada tahun 2004. "Setiap hari saya selalu diajak teman untuk menemani bermain game,” katanya.
Pada saat itu di Malang rental PS sudah menjamur dan sangat ramai sekali. “Itulah yang membuat saya terinspirasi untuk mendirikan usaha (rental PS)," katanya.
Sampai pada akhirnya, setelah lulus dari bangku kuliah memulai usaha dengan bermodalkan 4 unit PS2.
"Saya waktu pertama membuka usaha rental PS, biaya sewa untuk satu jam Rp 2.000, dan di awal-awal belum terlalu ramai," tandasnya.
Dia menyatakan, sempat ada penolakan dari orang tuanya, sebab menginginkan dirinya untuk menjadi pegawai. Dengan kegigihannya tetap melanjutkan usaha tersebut hingga sekarang.
"Namun ada benarnya, semua orang tua menginginkan terbaik untuk anaknya. Hati saya mantap untuk menjadi pengusaha," pungkasnya. (iyo/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila