BLITAR - Muda bukan berarti tidak bisa berkarya. Seperti yang dibuktikan oleh Ardian Puspita Hapsari. Meski baru berusia 21 tahun, warga Kelurahan/Kecamatan Sananwetan Kota Blitar ini sudah mendirikan kedai kopi. Omzet puluhan juta mampu dikantongi dalam sebulan.
Tentu tidak mudah dalam menekuni sebuah bisnis. Wanita berambut panjang hitam itu ternyata sudah dua kali gagal dalam membangun bisnis warung kopi (warkop).
Saat itu sempat merugi hampir Rp 12 juta. Pengalaman itu dijadikan pendobrak untuk lebih semangat meraih kesuksesan.
“Dulu itu pernah buka di kota dan di Malang. Namun karena lokasi tidak mendukung dan persaingan ketat, akhirnya saya pilih pulang dan membuka warung kopi di bekas dagang sembako milik paman di Jalan Muradi,” ujarnya, lantas tersenyum kepada Jawa Pos Radar Blitar, Senin (6/5).
Warung yang baru di buka November tahun lalu ini memiliki strategi khusus dalam pemasaranya. Yakni memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan interaksi. Langkah ini menjadi salah satu pendongkrak dalam meningkatkan pengunjung.
Bahkan untuk memeriahkan warungnya, dia tak tanggung-tanggung kerja sama dengan selebritis yang eksis di berbagai platform.
Tentunya, tak elok jika membuat konten tanpa memiliki tema tertentu. Dia memilih nuansa klasik sebagai dasar dari riasan warkop miliknya. Berbagai perabotan jadul terpajang disana, seperti radio, telepon, majalah hingga dan kaset. Semuanya barang lawas.
“Soalnya kakek saya juga suka barang-barang klasik. Saya terinspirasi desain rumah jadul,”ujar alumni SMK Jurusan Tata Boga ini.
Berjalannya waktu, usahanya berkembang dan membuahkan hasil. Berbagai postingan di medsos berhasil menarik perhatian pengunjung. Rata-rata datang dari kalangan anak muda.
Bahkan, sempat kewalahan melayani pengunjung lantaran tempat yang terbatas. ”Terpenting, kualitas produk tetap diutamakan. Pelayanan juga yang terbaik,” katanya.
Dia cukup selektif dalam memilih produk kopinya. Dia mengambil kopi langsung dari produsen yang ada di Malang. Alasanya, dari semua warkop yang dikunjungi di berbagai daerah di Jawa Timur, Malang memiliki cita rasa kopi lebih nikmat.
Karena pengalaman tersebut, Puspita yakin warkopnya bisa menggaet penikmat kopi. Mampu mengenali pasar, lokasi yang stategis, hingga kenyamanan tempat. “Pelayanan yang bagus dan relate dengan perkembangan zaman menjadi kunci kesuksesan sebuah usaha,” tandasnya. (*/sub)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila