Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Permintaan Minim, Pisau Potong Kini Terimbas Pasar Bebas, Pandai Besi di Blitar: Barang Produksi Kami Lebih Unggul

Muhamad Ilham Baha’udin • Jumat, 31 Mei 2024 | 18:30 WIB
TAJAM: Pandai besi menunjukkan pisau potong yang siap dijual pada konsumen, Kamis (30/5)
TAJAM: Pandai besi menunjukkan pisau potong yang siap dijual pada konsumen, Kamis (30/5)

BLITAR - Permintaan pisau penyembelihan dan pisau potong biasanya meningkat drastis mendekati Idul Adha. Namun, pandai besi keluhkan tahun ini permintaan pisau minim.

Menurunnya permintaan disebabkan pasar bebas dari luar negeri yang menjual produk serupa dengan harga lebih murah.

“Namun, secara kualitas, diyakini barang produksi lokal lebih unggul,” terang salah satu pandai besi di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Rama Adita, Kamis (30/5/2024).   

Bahan baku baja pisau produksinya dipilih dengan kualitas lebih tinggi serta proses pembuatan yang perlu ketelitian.

Selain itu, tidak sembarang kayu digunakan sebagai gagang dan sarung pisau. “Karena barang kita handmade, memang secara harga lebih tinggi, tapi kita punya karakter dan kualitas,” ungkap pria 23 tahun ini.

Pisau potong berukuran 30 cm masih menjadi favorit pemesan dengan dipatok mulai Rp 700 ribu hingga Rp 2 juta, ukuran 50 cm dibanderol mulai Rp 1 juta, dan kapak daging yang biasa seharga Rp 135 ribu, tergantung kualitas bahan yang digunakan.

“Tetap ada pemesanan, tapi tidak sebanyak tahun-tahun lalu. Untuk model dan jenis bahan yang akan digunakan bisa custom, harganya sesuai kualitas bahan yang digunakan,” terangnya.

Sementara itu, pandai besi lain di Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Suwanto, menuturkan bahwa hanya melayani pisau potong dan pisau dapur jika ada pemesan.

Pemesan pisau potong dan perlengkapan kebutuhan kurban lain memang tak sebanyak tahun sebelumnya. Pemesan bisa dihitung jari.

Pisau sembelih ukuran 40 cm dibanderol mulai dari Rp 150 ribu, sedangkan kapak potong mulai dari Rp 100 ribu.

Dia mengaku memang tidak menyetok pisau bagi para pedagang. “Kalau buat dagangan kan bahannya yang biasa-biasa saja, sekitar Rp 30 ribu yang kecil, yang besar Rp 50 ribu untuk pisau dapur,” ungkap pria 56 tahun itu.

Pisau dapur sering kali digunakan ibu-ibu untuk gotong royong mengiris daging kurban.

Pisau dapur dijual sangat murah di pasaran. Mulai Rp 5 ribu sudah bisa mendapatkan pisau berukuran kecil. (mg1/c1/din)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#handmade #Kecamatan Sananwetan #Idul Adha #pisau potong