BLITAR - Mendekati bulan Suro ternyata membawa berkah bagi para pedagang bunga tabur. Sebab banyak rangkaian upacara bersih desa yang memerlukan bunga sebagai sesaji untuk penghormatan leluhur.
Selain menjadi barang wajib Ketika ziarah kubur, juga sering digunakan dalam ritual tradisional seperti siraman, ubo rampe, dan jamasan pusaka yang saat ini sedang ramai dilaksanakan di beberapa wilayah di Blitar.
Meningkatnya pembelian bukan berarti terjadi kenaikan signifikan pada harga bunga. Pasalnya, stok bunga saat ini melimpah ruah.
Salah satu pedagang bunga di Jalan Mawar, Siti Munawaroh mengatakan, meski kini banyak yang mencari bunga untuk sesaji dan ziarah, harga bunga tidak mengalami kenaikan. “Belinya sedikit-sedikit, tidak sebanyak waktu puasa, kalau puasa per kilo bisa tembus ratusan ribu,” ungkapnya Sabtu (1/6/2024).
Harga bunga kenanga di kisaran harga Rp 20 ribu per kilonya, sedangkan bunga mawar Rp 60-70 ribu tiap kilonya.
Harga bunga juga fluktuaktif sesuai dengan kondisi bunga, semakin segar bunga maka semakin mahal. Kebanyakan pasokan bunga tersebut didapat dari petani bunga lokal Blitar.
“Di wilayah sekitar kota banyak yang menanam bunga, jadi mudah didapatkan,” ujar Perempuan 57 tahun ini.
Pedagang lainnya, Munawaroh mengungkapkan, beberapa hari terakhir pembeli semakin ramai.
Karena semakin mendekati Suro, bakal semakin banyak kegiatan yang digelar di masing-masing kelurahan atau desa.
“Rame bersih desa sama sadran, kemarin Rabu Wage sama Kamis Kliwon yang paling banyak pembeli,” jelasnya.
Akan tetapi, jelas dia, tak jarang harus mengalami rugi, sebab bunga dagangannya mengering dan tidak laku.
Terkait harga, kondisinya banyak pemesan bunga sementara stok dari petani menipis bisa jadi ada kenaikan harga Ketika menjelang malam satu suro. (mg1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila