BLITAR - Untuk membuat atau merakit bunga itu tidak mudah. Ada beberapa hal perlu diperhatikan dalam membuat rangkaian tersebut.
Termasuk penyesuaian warna, model bentuk bunga dan pot, serta yang terakhir ialah pemotongan tangkai bunga.
Jika tahap-tahap ini diabaikan, maka keindahan bunga akan tertutupi oleh bunga yang lain dan tidak terlihat menarik lagi.
Baca Juga: Kreatif, Kades Krenceng Kecamatan Nglegok Belajar Tanam Selada dari Internet, Jadi Sumber Pemasukan
“Maka tidak semua orang bisa merakit bunga. Soalnya perajin itu perlu inspirasi yang luas untuk merangkai bunga agar tetap indah di pandang,” kata salah satu perakit bunga dalam pot sekaligus penjual bunga, Kuwianasari.
Dia mengungkapkan, untuk merakit satu bunga perlu beberapa hal disiapkan, seperti alat pemotong, bunga imitasi, pot dan spon.
Nantinya, ketiga bahan utama itu dijadikan satu demi membuat rangkaian yang indah.
Baca Juga: Perwosi Kecamatan Talun Bersiap Lomba Senam Se-Kabupaten Blitar, Begini Persiapannya
Sedangkan untuk bahan, Kuwinasari mengaku, bahwa bahan yang diperolehnya berasal dari beberapa wilayah.
Untuk bunga itu bersumber dari Surabaya yang sudah berbadan hukum dan memiliki perajin pembuatan bunga. Sedangkan spon dan pot bunga dari Malang.
“Harganya itu bervariatif. Dipengaruhi oleh besar kecil bunga, harga bunga, harga pot spon, dan terakhir jasa pembuatan. Harganya itu mulai Rp 20 ribu hingga Rp 300 ribu,” jelasnya.
Dia mengaku, tidak mudah mendirikan usaha jual beli kado, dan pernak-pernik hiasan rumah, yang tentunya terdiri dari pohon-pohon plastik, bunga daun dan pot.
Nyatanya selama 25 tahun berdagang di Jalan Semeru.
Baru tahun ini toko yang didirikannya sudah mulai jarang dimintai para pengunjung.(mg2/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila