Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Warga Blitar Manfaatkan Bulu Unggas Sampai Sedotan Bekas Jadi Kostum Indian, Begini Proses Pembuatannya

Mohammad Syafi'uddin • Minggu, 14 Juli 2024 | 15:18 WIB
PENUH BANGGA: Pakaian indian buatan Miftahkhul Rohmah saat disewa untuk kegiatan karnaval.
PENUH BANGGA: Pakaian indian buatan Miftahkhul Rohmah saat disewa untuk kegiatan karnaval.

BLITAR - Modal dari bulu unggas bisa menghasilkan karya seni dan nilai ekonomi. Sebab diolah menjadi pakaian unik untuk karnaval.

Perajin bulu unggas, Miftahkhul Rohmah, mengaku membuat kerajinan dari bulu unggas sejak 1999. 

Dia mengatakan bahwa bulu unggas untuk pembuatan kostum tidak bisa sembarangan.

“Kalau bulu unggas lokal biasanya pendek-pendek. Itu enggak bisa buat karya. Bulunya harus panjang,” terang warga Jiwut, Kecamatan Nglegok, ini. 

Dia rela merogoh dana untuk membeli bulu dari Kediri. Bulu-bulu unggas tersebut memiliki kualitas lebih baik. “Memang adanya itu di Kediri, dari lokal belum ada,” tandasnya. 

Proses pembuatan, kata dia, sangat mudah. Bulu yang dipesan, dicuci terlebih dahulu. Lalu direndam dalam pewarna bulu selama kurang lebih dua setengah hari. Setelah itu dikeringkan di bawah terik matahari.

Setelah kering, satu per satu bulu dirakit berdasarkan pakaian Indian yang dicontoh. Bahannya termasuk kain beludru, sedotan bekas, potongan bambu, dan spons tipis dengan berbagai macam warna.

“Dari spons bekas itu dipotong sesuai bentuk yang diinginkan. Lalu di atasnya ditempel merata bulu-bulu yang sudah diwarnai. 

Untuk aksesori lainnya, tergantung kreativitas kita sebagai perajin. Terpenting harus tetap mirip pakaian Indian,” terangnya.

Tak hanya pakaian, dengan mengandalkan pipa dan busa, berbagai senjata ala indian pernah dibuatnya. Seperti tombak, kapak, dan pedang berhiaskan bulu unggas.

“Dari karya ini, saya pernah mengirim ke berbagai tempat. Seperti Australia, Mongol, Amerika, dan Jepang,” pungkasnya. (mg2/c1/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#bulu unggas #karnaval #Kecamatan Nglegok #pakaian Indian