Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kisah Sukses Samsul Anwar, Warga Blitar Tekuni Budi Daya Anggrek, Belajar Otodidak hingga Hasilkan Cuan Bisnis

Didin Cahya Firmansyah • Senin, 5 Agustus 2024 | 18:30 WIB
POTENSI CUAN: Samsul Anwar ketika berada di kabun anggrek miliknya.
POTENSI CUAN: Samsul Anwar ketika berada di kabun anggrek miliknya.

BLITAR - Berawal dari bos konter, kini Samsul Anwar sukses menghasilkan cuan berkat menekuni hobi tanam anggrek.

Awalnya warga Desa Dermojayan, Kecamatan Udanawu, ini sempat mengalami kejenuhan saat menggeluti bisnis di dunia handphone itu. Kemudian tergerak untuk meluangkan sebagian waktunya sebagai pembudi daya anggrek.

Sebelum menekuni bisnis anggrek, Samsul Anwar sebelumnya memiliki usaha konter sejak tahun 2008-2022. Saat itu lumayan sukses dan sempat membuka beberapa cabang di sekitar area Udanawu.

Namun, saat menjalankan usaha lamanya itu, Samsul sapaan akrabnya ini, sempat berkeinginan untuk berkebun. Akhirya tahun 2020 mulai terealisasi untuk budi daya anggrek pertamanya hingga sekarang.

“Awalnya hobi, untuk mengisi waktu di sela-sela usaha konter, karena konter saya sudah memiliki pegawai. Tahun 2020 itu masih punya konter terus diselingi sama budi daya anggrek, akhirnya lama kelamaan malah jadi betah budi dayanya,” ujarnya saat memperlihatkan anggreknya.

Dengan keahlian yang didapat secara otodidak dengan hanya belajar dari kanal YouTube, awal dia berkarir sebagai pembudi daya anggrek dengan melakukan pembibitan terlebih dahulu. Yakni menggunakan media khusus seperti moss, arang dan sabut kelapa.  

Dia menceritakan budi daya pertamanya sulit dan panjang, ditambah dengan media yang digunakan berbeda dengan tanaman lain.

“Medianya tidak sama seperti media tanaman lainnya, media yang dipakai harus disterilkan dulu, harus buat lahan tertutup biar tidak terkena hujan,” terang owner Omah Ijo Orchid itu.

Dia mengatakan, tidak semua anggrek bisa tumbuh sehat di Blitar, seperti anggrek bulan yang hidup di daerah dingin.

Namun yang cocok adalah jenis dendrobium. “Anggrek yang sesuai dengan iklim Blitar panas gini ya cuma dendrobium karena tahan, kalau bulan itu budi dayanya cocok di Batu, Malang,” terangnya.

Ada perbedaan perawatan dalam membudi dayakan anggrek, tergantung jenisnya. Seperti anggrek bulan karena jenis ini kebanyakan hidup di daerah yang dingin, perlu tempat khusus yang agak dingin.

“Kalau yang dendrobium itu mudah, karena iklim juga mendukung, jadi tinggal disiram secara rutin, kalau saya dari pukul 06.00-08.00,” tandasnya.

Anggrek yang sudah siap untuk dipasarkannya sudah mulai berusia 7 bulan dan masih berupa bibit. “7 bulan itu sudah bisa saya pasarkan, jadi dulu awal-awal usaha ini dengan jual bibit dulu,” katanya.

Proses pembudi dayaan anggrek memiliki beberapa fase pertumbuhan, mula-mula dari kecambah, fase bibit (sedding), anggrek usia remaja, anggrek usia remaja dan anggrek fase berbung.

Dari kecambah sampai menjadi bibit anggrek diperlukan waktu sekitar 7 bulan, setelah itu baru disemaikan pada media lain seperti botol sampai menjadi anggrek usia remaja sekitar 2 tahun.

Dia kini sudah memiliki beberapa jenis anggrek yang sudah ada dikebun pribadinya itu, yakni dendrobium, bulan, vanda, cattleya.

Buah hasil dari hobinya ini sudah terbayarkan, saat ini usaha anggreknya sudah dipasarkan ke sejumlah daerah mulai dari Tulungagung, Kediri dan Blitar, dan sejumlah tempat di sekitar rumahnya.

Dia juga memberikan tips bagi pemula yang ingin menggeluti budi daya anggrek, yakni dengan usaha, ketekunan dan kesabaran.

Tidak lupa untuk lebih giat dalam belajar baik dari online maupun eksplorasi dari tempat pembudi daya anggrek di tempat lain. (*/din)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#tanaman anggrek #tanam anggrek #hobi #budi daya anggrek #Kecamatan Udanawu