Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Gadis Asal Blitar Ini Geluti Bisnis Camilan Basreng, Awali dari Pelatihan hingga Jadi Ladang Cuan

Teguh Prasetyo • Jumat, 30 Agustus 2024 | 18:30 WIB
TERUS BERINOVASI: Gita Putri Kumalasari menunjukkan aneka produk camilan pedas miliknya.
TERUS BERINOVASI: Gita Putri Kumalasari menunjukkan aneka produk camilan pedas miliknya.

BLITAR - Basreng merupakan camilan khas Sunda, yang terbuat dari bakso ikan diiris tipis, lalu digoreng dengan bumbu taburan bubuk cabai.

Berkat camilan yang satu ini, salah satu warga Blitar sukses bawakan produk ini ramai di pasar jajanan Blitar.

Berawal dari mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kemendikbud RI, yang waktu itu masih menjadi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, membuat semangat Gita Putri Kumalasari, warga Desa Jiwut, Kecamatan Nglegok.

Melalui bekal pembinaan dan pendanaan yang diberikan waktu itu, Gita semakin semangat mengembangkan produk camilan selain basreng melalui riset produk dan pasar, hingga teknik pemasaran.

Lalu, dia berhasil menciptakan beberapa produk camilan, seperti keripik sayur, keripik buah, dan beberapa keripik dengan ciri khas camilan pedas.

“Awalnya waktu mahasiswa dulu iseng dari ikut program kampus, lalu berhasil mendapatkan pembinaan dan pendanaan, yang kemudian setelah lulus semakin mantap untuk saya jadikan bisnis yang serius,” ungkap owner Cemilan Jajan Pedas Blitar ini.

Hasil positif itu membuat Gita semakin memberikan perhatian khusus pada camilan basreng, hingga memiliki beberapa produk lainnya.

“Dari situ saya mulai mengurus perizinan edar makanan hingga ke dinas terkait, yang mengeluarkan izin edar makanan ringan, mulai ikut pelatihan yang diselenggarakan dinas UMKM, mendaftarkan hak paten merek, hingga mencoba bereksperimen mengembangkan dari segi produk,” bebernya.

Melalui eksperimen itu, maka bisa menambah variasi produk yang dipasarkan dan dapat dijadikan evaluasi, mana produk yang bisa diterima oleh pasar, yang nantinya bisa menjadi ciri khas dari produk yang dihasilkan Gita. Untuk itu, Gita memiliki beberapa produk camilan pedas yang ramai di pasar.

“Seperti keripik pepaya muda, keripik lompong yang juga menjadi ciri khas dan variasi keripik pedas yang ramai di pasaran. Karena dari bahan yang unik dan perpaduan rasa pedas gurih yang menjadi kegemaran anak muda sekarang,” ungkapnya.

Untuk membuat produk yang bisa diterima oleh pasar, harus sering berinovasi dan memahami kegemaran dari pasar itu sendiri.

Selain itu, produk camilan atau makanan ringan ini sering kali menduplikasi dari beberapa pendahulunya yang sudah ada, namun dengan sentuhan inovasi dan ciri khas yang unik, sehingga nantinya bisa menjadi produk yang dicari-cari.

“Jadi memang harus sering membuat inovasi pada produk camilan, selain untuk memberikan varian baru, juga menjadi daya tarik dari market itu sendiri,” ujarnya.

Dia mengaku, yang dulunya masih memproduksi di bawah 5 kilogram per produk dalam sebulan, kini sudah mencapai puluhan kilogram produksi dalam sebulan.

Kini, produknya sudah terpampang di pusat oleh-oleh Blitar hingga Malang, dengan harapan dapat lebih dikenal masyarakat dan bisa membuat pusat oleh-oleh sendiri. (apr/guh/ynu)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#jajanan #basreng