BLITAR - Ide kreatif bisa muncul dari manapun, termasuk dialami Fito Yuli Saputra. Dari niat baik membantu teman yang kucingnya sedang birahi, pria tersebut mampu membuat usaha sendiri untuk pacak atau perkawinan kucing.
Dari tahun ke tahun masyarakat mulai menjadikan kucing sebagai salah satu hewan peliharaan yang digemari. Sejak 2019 perlahan jumlah pemelihara kucing di Kabupaten Blitar semakin naik.
Hal itu bisa memunculkan ide kreatif yang menghasilkan tambahan uang sempat ada dibenak warga Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi, Fito Yuli Saputra.
Ide kreatif tersebut ialah jasa pacak kucing, penitipan dan pembesaran yang didirikannya di 2018 silam. Dari bisnis itu, jutaan rupiah sempat masuk ke kantong pribadi.
Fito, sapaan akrabnya, menceritakan bisnisnya bermula dari ketidaksengajaan. “Awalnya itu dari kucing saya yang jantan.
Teman saya punya kucing betina birahi, bingung cari pasangan akhirnya coba ke kucing saya. Ternyata cocok dan menghasilkan keturunan bagus-bagus,” terangnya.
Dari usaha tidak disengaja tersebut, jasanya semakin dikenali warga sekitar. Awalnya, tidak ada biaya yang dipungut untuk proses pacak. Namun, hanya melakukan bagi hasil dari kucing yang dilahirkan.
Dirasa semakin banyak pengguna jasanya, dia lantas mencoba memberikan tarif bagi masyarakat yang ingin pacak hewan kesayanganya tersebut. Harganya tidak terlalu banyak, untuk sekali perkawinan dengan kurun waktu 3-4 hari, Fito mematok harga sekitar Rp 250 ribu.
“Sebenarnya pacak kucing itu mirip-mirip dengan hewan lainnya. Kadang ada yang mau dan kadang enggak. Kalau kami ada garansi sampai hamil,” terangnya.
Pria berusia 26 tahun tersebut pernah mengalami gagal kawin. Soalnya kucing betina dibawa customer tidak cocok dengan kucing yang dimilikinya.
Ternyata, saat dibawa pulang hasrat birahi kucing tersebut cocoknya sama kucing lain yang ada di rumah customer.
Untuk menjodohkan sepasang kucing ada teknik perlu dilakukan. Namun terpenting menghasilkan keturunan baik ialah kesabaran.
“Belum terlalu bisa meng-handle kucing orang lain. Jadi harus sabar dan telaten agar watak kucing bisa diketahui. Galak enggaknya itu dari proses ini baru bisa diketahui,” ujarnya.
Dari pantauanya, kucing yang ingin melakukan perkawinan memiliki ciri-ciri tertentu. Yakni nafsu makan berkurang, setiap malam mengeong, dan suka bergulung-gulung.
Selain itu jika dielus bagian pangkal ekor. Si kucing akan naik-naik dan kakinya ada yang jalan di tempat.
“Saya ini khusus pacak kucing persia peaknose. Soalnya saya punyanya itu dan di Blitar kebanyakan pecinta kucing memiliki kucing persia. Jadi untuk kucing jenis lain saya belum pernah menerima,” ungkapnya.
Dari usahanya ini per bulan saat musim kawin di antara Agustus sampai September mampu pacak dua sampai tiga ekor kucing dalam seminggu. Sedangkan di luar musim pacak biasanya ada sekitar empat ekor yang melakukan perkawinan. (*/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila