Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Intip Mukena Handmade Buatan Gen-Z Asal Blitar, Pilih Utamakan Kain Adem dan Travel Friendly

Jihan Wahida Rahma Salsabila • Minggu, 8 September 2024 | 18:13 WIB
NYAMAN: Qonita menunjukkan mukena bikinannya menggunakan kain yang adem dan tidak kaku.
NYAMAN: Qonita menunjukkan mukena bikinannya menggunakan kain yang adem dan tidak kaku.

BLITAR - Salah satu barang penting bagi wanita muslim saat menunaikan salat yakni mukena. Selain selalu dibawa saat bepergian atau travel friendly, mukena juga dipilih sesuai corak dan warna yang disukai. Tentunya bahan kain juga sangat menentukan.

Memahami pentingnya mukena untuk beribadah sehari-hari, membuat Qonita Nida Dusturia, warga Doko Kabupaten Blitar ini mencoba menjahit sendiri dirumahnya.

Dia merasa mukena yang dijual dipasaran modelnya hanya itu-itu saja, bahkan merasa tidak cocok dengan bahan kain yang digunakan, Qonita mulai mencoba menjahit secara otodidak memanfaatkan mesin jahit yang ada di rumahnya.

Photo
Photo

"Iya kak, kalau jahit itu bisa milih sendiri kain yang mau dipakai, modelnya juga sesuai selera. Yang paling utama itu harus travel friendly sih biar bisa dibawa kemana-mana," terangnya.

Berawal dari mengisi waktu libur kuliah akibat pandemi Covid-19, akhirnya ia memberanikan diri menjual mukena buatannya karena melihat peluang bisnis saat itu.

Qonita juga mengaku sempat mengalami kesulitan saat pertama kali membuat mukena untuk costumernya, mulai dari memotong kain yang sangat panjang hingga menjahit satu persatu bagian mukena sampai rapi. Namun seiring berjalannya waktu, ia mengaku terbiasa dan enjoy saat menjahit. 

"Kalau dulu, awal motong kainnya aja itu butuh waktu yang lama sampai setengah jam, karena kan belum terbiasa ya, tapi kalau sekarang 15, 10 menit itu udah selesai," ungkapnya.

Sedangkan untuk menjahit satu mukena terusan panjang, wanita yang sekarang berusia 24 tahun ini mengaku butuh waktu hingga 2 jam sampai selesai sepenuhnya. 

Namun karena mukena handmadenya masih bisnis rumahan, ia menerapkan sistem pre order (PO). Agar sekali pengerjaan membuat lebih dari satu mukena sekaligus. 

Kain yang dipilih juga tak asal, mementingkan kualitas dan kepuasan pelanggan, Qonita memilih kain rayon, rayon twill, dan rayon viscose yang menurutnya adem dan mudah dilipat sehingga travel friendly.

Ada dua model mukena yang bisa dipesan oleh calon pelanggannya, yaitu mukena terusan biasa dan terusan terompah. Ia menambahkan bahwa calon pelanggan juga bisa request model yang diinginkan. 

"Saya jahit mukena itu cuma dua model kak, terusan biasa sama terusan terompah. Request yang model potongan pun juga bisa," jelasnya.

Harga yang dibanderol pun beragam, untuk satu set mukena tipe standart Rp 135 ribu, Menengah atas Rp 155 ribu dan Premium 195 ribu.

Sering sold out karena dijual di media sosial, mukena handmade buatan Qonita juga pernah dipesan costumer di luar daerah, seperti di Jember dan Mojokerto. "Alhamdulillah pernah, ada yang dari Jember dan Mojokerto," ungkapnya. (han/c1/ady)

 

 

 

 

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#handmade #mukena #Kabupaten Blitar #travel friendly