Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pelaku Usaha Baru di Kota Blitar Akui Sulit di Pemasaran, Program RT Keren Perlu Evaluasi

Muhamad Ilham Baha’udin • Selasa, 17 September 2024 | 21:00 WIB
PERLU PENDAMPINGAN: Pelaku usaha baru harus mendapat ketrampilan dalam pemasaran demi keberlanjutan usahanya.
PERLU PENDAMPINGAN: Pelaku usaha baru harus mendapat ketrampilan dalam pemasaran demi keberlanjutan usahanya.

BLITAR - Program RT keren yang diharapkan mampu meningkatkan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) masih harus terus dievaluasi. Hal ini menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar agar terus ditingkatkan.

Ketua Asosiasi Usaha Mikro (Asumi) Kota Blitar, Priyowidigdo menuturkan bahwa sejauh ini program RT keren ini sudah berjalan cukup baik karena mampu memunculkan pelaku usaha baru di Kota Blitar.

Namun, usai mengikuti pelatihan, mereka justru kesulitan untuk menjajakan daganganya. Dari sekitar 600 RT yang mengikuti pelatihan, hanya sebagian yang sukses melanjutkan usaha.

“Dari pelatihan melalui program RT keren, dampaknya belum terlalu kentara. Ini harus jadi evaluasi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Blitar, kemarin.

Menurut dia, pelatihan RT keren sejauh ini hanya bersifat pelatihan. Tidak ada arahan atau tindaklanjut bagi peserta pelatihan.

Hal ini bisa berdampak negatif bagi pertumbuhan sektor UMKM dan perekonomian di Bumi Bung Karno.

“Sebenarnya kami juga mau bantu, tetapi kalau belum keliatan seperti ini, bagaimana kami membantunya. Padahal keberlanjutan juga kewajiban pemerintah,” ungkapnya.

Program yang telah berjalan sejak 2021 ini sudah menghasilakn ratusan pelatihan untuk meningkatkan SDM Kota Blitar.

Bahkan kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahun ini banyak diikuti masyarakat. Namun untuk keberlanjutan dalam berusaha ini masih minim.

Digdo menjelaskan, dari ratusan program pelatihan hanya ada puluhan pengusaha yang masih aktif. Adapun faktor penyebab adalah kesulitan memasarkan produk yang telah di buat.

“Seperti di Kelurahan Gedog, ada kelompok yang bisa membuat keripik, tetapi belum bisa aktif membuat setiap hari. Padahal sarana produksinya sudah dicukupi pemerintah. Mungkin karena masih baru ya, makanya belum bisa aktif setiap hari” jelasnya.

Baca Juga: Geliat Komunitas Blitar Aquascape, Tak Sekadar Estetik Dipandang, Juga Berikan Efek Rileks

Kurangnya pendampingan mengenai pemasaran juga menjadi salah satu faktor. Apalagi bagi pengusaha pemula, pendampingan amat dibutuhkan. Seperti dalam bisnis dagang online memang membutuhkan bimbingan lebih lanjut.

“Berdagang itu membutuhkan skill dan yang paling sulit adalah saat penjualan. Jadi jika hanya dibekali pelatihan saja ini kurang, soalnya di lapangan tidak segampang itu. Selalu ada perkembangan agar bisa tetap berlanjut,” tuturnya.

Asumi berharap  program ini ada peningkatan dan mampu membawa Kota Blitar semakin maju.

Sehingga ketika para pengusaha baru sukses, maka bisa menularkan kemampuannya ke masyarakat sekitar. (mg2/sub)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#peningkatan Sumber Daya Manusia #perekonomian #pelatihan #skill #Kota Blitar