Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Warga Asal Blitar Raup Cuan dari Budi Daya Iguana, Harga Ratusan Ribu, Menang Kontes Capai Jutaan Rupiah

Mohammad Syafi'uddin • Senin, 23 September 2024 | 02:25 WIB
TELATEN: Daffa Claude Goy C menunjukan beberapa jenis iguana kesayangannya.
TELATEN: Daffa Claude Goy C menunjukan beberapa jenis iguana kesayangannya.

BLITAR - Beternak iguana punya seni tersendiri agar bisa menghasilkan bibit yang bagus. Kemudian bisa mengikuti kontes dan memenangkan kejuaraan.

Proses ini tentu tidak mudah karena membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan perhatian ekstra.

SELAYAKNYA pertaruhan, untuk menghasilkan iguana yang memiliki warna belang bagus dan garis jengger mempesona, butuh pasangan iguana yang bagus pula.

Meski demikian, belum tentu hasil yang diperoleh akan bisa lebih bagus dari indukannya.

“Sebenarnya iguana itu ada beberapa warna. Yang paling murah itu warna hijau. Walaupun begitu, ini masih bisa diikutkan dalam kontes,” ujar Daffa Claude Goy C, pembudi daya iguana asal Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan.

Pria yang kini berumur 25 ini menuturkaan bahwa semakin langka corak warna, bentuk tubuh, dan garis yang melintang di atas tubuhnya, bisa memengaruhi harga dipasaran.

Garis tersebut ialah alur yang menjulur dari mulai kepala hingga ekor, selayaknya naga kecil yang eksotis.

Dari pengalamanya, iguana hijau kontes yang memiliki panjang 35 sentimeter (cm) bisa dihargai Rp 800 ribu.

Padahal yang biasa tidak diikutkan kontes harganya berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Kemudian untuk iguana dewasa kontes dengan hasil bagus bisa menyentuh Rp 4 juta hingga Rp 5 juta per ekor.

“Iguana kontes itu tidak memandang warna. Yang penting memiliki postur bagus (tidak obesitas), seluruh badan lurus, dan warna harus memiliki garis corak yang bagus. Itu bisa polos, dan kalaupun bermotif, kanan kirinya harus sama. Ini yang sulit.

Soalnya saat menetas terkadang hasilnya tidak sesuai dengan yang diinginkan. Dari 60 telur, hanya ada dua atau tiga yang bisa diikutkan kontes,” ujarnya, yang sudah 11 tahun memelihara iguana.

Tidak berhenti saat sudah menetas dan menghasilkan baby yang diinginkan. Untuk menjaga agar warna tetap tajam dan jengger yang seperti duri tetap berdiri, perlu perlakuan khusus.

Tindakan ini seperti pemberian kandang khusus agar iguana tidak bertumpuk, serta pemberian pijat (ke atas) agar jengger atau spike bisa tegak ke atas. Kemudian, makanannya tergantung corak yang dimiliki.

Jika dominan merah, maka pemberian makan harus yang berwarna merah seperti mangga, semangka, dan tomat.

Hal ini karena buah-buahan tersebut mengandung beta karoten atau pigmen warna pada buah.

Jika ini berhasil, harga yang ditawarakan cukup fantastis. Satu ekor naga kecil dengan ukuran 45 cm bisa dibanderol Rp 2,5 juta.

“Iguana itu hewan berdarah dingin. Biasanya untuk makan ada hubungannya dengan cuaca. Jika panas, makannya lahap. Jika suhu dingin itu sedikit. Kalau saya sendiri biasa memberikan pakan sehari dua kali,”tutupnya. (mg2/c1/ady)

 

 

 

 

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#kontes #Kecamatan Sananwetan #iguana #beternak