BLITAR - Tren playboks sudah ada sejak lama dan sempat booming pada 2020 saat pandemi Covid-19. Tren ini mulai meledak lagi.
Termasuk hasil karya Muhammad Nauval, warga Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan, yang kini bisa meraup omzet puluhan juta dalam sebulan.
Langkah usaha Muhammad Nauval tidak mudah. Berawal dari iseng dan ingin meningkatkan pendapatan.
Tripleks kualitas bagus yang biasa untuk pembuatan perabot rumah disulapnya menjadi wadah Play Station (PS3) dan PS4.
Usahanya tidak semudah yang dibayangkan. Bermodal skill kerajinan dan kesabaran yang dimilikinya.
Langkah tersebut dimulai dengan berbagai percobaannya yang memakan waktu seminggu hampir tanpa tidur.
Dalam durasi waktu itu, tiga kotak boks mengalami kegagalan. Salah satunya karena overheat atau kepanasan. Dia mencoba menambah kipas hingga ada empat buah dan akhirnya berhasil.
Selepas dari prototipe yang gagal tersebut, kini PS boks buatanya digandrungi banyak orang. Karena PS boks yang biasanya terkesan kaku, diubah sedemikian rupa agar cocok untuk nongkrong di kafe atau warung kopi (warkop).
“Ide pembuatan PS boks ini sudah ada sejak lama. Hanya, sejauh ini tidak ada yang bikin konsep jadi satu dengan kafe. Itu menjadi pembeda antara saya dan orang lain yang selama ini hanya melayani rental biasa. Tidak ada yang memadupadankan dengan kafe yang kini digandrungi anak muda,” jelasnya.
Dia aktif dalam lima bulan mem-posting hasil karyanya. Dari situ, ratusan pesanan sudah mendarat di catatannya.
Dalam sehari saja sudah ada pengiriman 6 boks, dan dalam satu bulan 150 boks. Tidak sedikit pemesan dari luar pulau termasuk Papua, Sulawesi, Sumatra, dan Kalimantan.
“Mungkin karena keunikan, fungsi, dan detail yang saya buat bagus, maka banyak pemesan. Saya pernah menerima pesanan 20 item dalam satu hari dengan durasi pembuatan satu minggu hingga satu bulan. Saya kini membatasi pesanan 10 per hari, sebab terbentur tenaga perakitan kurang. Jika tidak dibatasi bisa overload,” jelasnya.
Pria 29 tahun ini kini merasa bangga dengan jerih payahnya. PS boks yang dihasilkannya memiliki harga berbeda. Tergantung tipe boks dan jenis PS-nya.
Dia memiliki boks berbentuk koper dan biasa. Untuk PS3 plus boks biasa dibanderol dengan harga Rp 5,5 juta, sedangkan PS4 plus boks dibanderol Rp 7,3 juta. “Saya lagi buat prototipe boks untuk PS5 sebagai proyek lanjutan,” jelasnya. (*/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila