BLITAR - Bekerja sebagai perekam medis dan informasi kesehatan di salah satu rumah sakit di Malang tak membuat Nurmayanti Sekar Wulan gengsi dalam mencari cuan.
Tak dinyana, pekerjaan sampingan yang dilakoni kini membuahkan hasil dengan omzet jutaan rupiah.
Nurma melihat aksesori untuk calon wisudawan dan wisudawati cukup sering dicari yakni selempang wisuda, ia menganggap terjun di bidang ini cukup menjanjikan.
Berawal dari iseng memberikan informasi kepada kenalannya yang mencari selempang untuk keperluan wisuda, dia melihat potensi cuan dan mulai serius ingin terjun di bidang ini.
“Selempang kan juga tidak hanya digunakan saat acara kelulusan. Ada yang buat kostum drum band, engagement, dan bride to be. Jadi, saya rasa peluang penjualannya besar, dari situ saya mulai serius di bisnis ini,” ungkap cewek yang akrab disapa Nurma ini.
Selama setahun menggeluti bisnis ini, dia mengaku sangat enjoy dan merasa tak mengganggu pekerjaan utamanya sebagai perekam medis.
Apalagi, jam kerja yang fleksibel membuat Nurma bisa menyesuaikan antara pekerjaan utama dan bisnis sampingannya tersebut.
“Sejauh ini, alhamdulillah tidak mengganggu, karena jam kerja di rumah sakit yang fleksibel juga. Jadi, saya bisa menyesuaikan dengan pekerjaan sampingan ini,” jelasnya.
Nurma mengaku bisnis selempang miliknya hand made, berkolaborasi dengan salah satu saudaranya yang kebetulan bekerja di bidang konveksi. Kerja samanya berlandas kepercayaan terkait kualitas dan jahitannya.
Bisa dibuktikan dengan pemilihan kain yang tak asal, dengan menggunakan dua jenis yaitu standar dan grade A. Dengan begitu, calon customer pun bisa memilih selempang sesuai bujet yang dimiliki.
“Iya, saya pilih sendiri kain yang akan dibuat menjadi selempang. Ada dua macam. Ada standar dan kain grade A untuk yang premium, pokoknya kita sesuaikan dengan dana pelanggan,” ungkapnya.
Baca Juga: Harga Kopi di Blitar Raya Diprediksi Naik hingga Tahun 2025, Ini Penyebabnya
Kemudian, tipe selempang yang disediakan gadis 24 tahun ini pun ada dua jenis. Yakni, selempang kalung dan selempang miring. Untuk selempang miring, biasanya dipesan para customer-nya untuk kebutuhan wisuda sebagai selebrasi.
Harga yang dibanderol untuk satu selempang ini juga sangat terjangkau. Hanya dengan Rp 20 ribu, calon customer-nya sudah bisa request mulai dari tulisan, warna, dan hiasan pinggiran.
Walaupun harganya tak selangit, gadis lulusan MA Ma’Arif Kota Blitar ini mengaku pernah mendapat pesanan selempang hingga ratusan picis untuk sebulan. Bahkan, omzet yang didapatkan juga cukup lumayan.
“Walaupun nggak menentu, pernah omzetnya itu sebulan hampir Rp 5 juta. Alhamdulillah, lumayan lah untuk pekerjaan sampingan,” jelasnya.
Sebagai generasi muda yang merasa diuntungkan dengan kegiatan serba online dan digital, Nurma berharap anak muda tak perlu malu punya pekerjaan atau bisnis sampingan.
Menurutnya perkembangan online dan digital selalu berubah, dan sebagai anak muda tentunya harus bisa mengimbagi, bisa dalam hal bisnis, pendidikan maupun lainnya.
" Walaupun sudah punya pekerjaan utama yang sesuai, jangan malu dan jangan gengsi punya bisnis sampingan, asalkan baik dan halal lakukan saja. Di era sekarang sudah dimudahkan dengan digitalisasi, tergantung bagaimana kita sebagai anak muda ingin mengikuti atau tertinggal jauh," bebernya.(han/c1/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila