Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Lulus Mondok Coba Bisnis Buket Ternyata Digandrungi Anak Sekolahan, Paling Mahal Dijual Rp 5 Juta

Jihan Wahida Rahma Salsabila • Minggu, 6 Oktober 2024 | 21:11 WIB
BANGGA: Beberapa karya Erma yang kini semakin serius di bisnis buket wisuda.
BANGGA: Beberapa karya Erma yang kini semakin serius di bisnis buket wisuda.

BLITAR - Sebagai alumnus pesantren, tentu saat kembali ke tengah masyarakat harus bisa memanfaatkan ilmu yang telah didapatkan.

Kemandirian di pondok ternyata membuat jiwa berwirausaha santri juga terbangun untuk membuat usaha sendiri.

BANYAK peluang usaha yang dapat dimanfaatkan, seperti dilakoni Erma Nur Fitria, perempuan asal Desa Dayu, Kecamatan Nglegok ini.

Setelah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren (ponpes) selama kurang lebih 8 tahun, dia mencoba berbagai usaha.

Berawal dari coba-coba membuat buket wisuda untuk temannya, tak disangka dia terampil dan memiliki passion di bidang ini.

Akhirnya, gadis 24 tahun ini ketagihan merangkai berbagai buket hingga menjadi bisnisnya sekarang selama 2 tahun. 

“Setelah nyoba-nyoba bikin untuk keperluan teman wisuda, alhamdulillah banyak pesanan sampai sekarang, bahkan sudah merambah buat untuk seserahan,” akunya.

Irma mengaku, customer yang paling banyak memesan buket buatannya mayoritas anak sekolahan, termasuk anak SD. 

“Buket buatanku mayoritas yang beli anak sekolah, apalagi anak SD itu malah banyak. Karena yang saya jual itu harganya murah dan kualitasnya juga bagus, mungkin itu alasan para siswa lebih memilih beli di saya daripada yang lain,” ungkapnya.

Selain anak SD, Irma juga mendapat pesanan dari mahasiswa untuk keperluan wisuda. Tak tanggung-tanggung, pernah ada yang memesan buket buatannya dengan harga Rp 5 juta.

“Nggak ada cerita menarik sih selama dua tahun lebih terjun di bidang ini, cuma saya pernah dapat customer yang minta dibuatkan buket uang jumbo seharga 5 juta,” ujarnya. 

Selama membuat buket uang jumbo tersebut, dia juga merasa enjoy dan hanya butuh waktu selama 3 jam untuk merangkai satu per satu uang seratus ribuan itu. 

Mengerjakan secara handmade sendirian, Erma mengaku tak menemukan banyak kendala.

Meskipun sering mendapat pesanan dadakan, menurutnya, hal itu merupakan pengalaman yang seru.

“Biasanya bikin banyak itu pas lagi ada event wisuda gitu, sehari merangkai sampai 10 buket. Tapi saya senang kok, selain bisa menyalurkan hobi, juga dapat cuannya” jelasnya. (han/c1/ady)

 

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#pesantren #buket wisuda #Kecamatan Nglegok