Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jajanan Legendaris Khas Blitar Bisa Dijumpai di Kawasan Makam Bung Karno, Harga hanya 5 Ribuan

Didin Cahya Firmansyah • Senin, 7 Oktober 2024 | 16:30 WIB

 

MENGAIS REZEKI: Slamet Riyanto ketika menjual es drop di tengah terik matahari.
MENGAIS REZEKI: Slamet Riyanto ketika menjual es drop di tengah terik matahari.

BLITAR - Di sudut kawasan wisata Makam Bung Karno, setiap hari ada sosok sederhana dengan sepeda motor tua yang setia menemani Slamet Riyanto.

Pria 68 tahun itu sudah menjajakan es drop yang merupakan jajanan legendaris khas Blitar ini, sejak puluhan tahun silam.

“Setiap hari mulai rutinitas pukul 10.00 hingga 17.00. Dengan sepeda motor lawas, bisa membawa 140 buah es drop. Harga jual Rp 5 ribu per buah,” terang Slamet.

Bagi bapak tiga anak ini, es drop bukan sekadar barang dagangan, tetapi jadi simbol dari perjuangannya. Yakni untuk bertahan di tengah perubahan zaman.

Dia merupakan salah satu dari sedikit orang masih setia menjajakan kuliner tradisional ini. “Para pembeli yang datang tak sekadar menikmati es drop, terkadang berbagi cerita,” katanya.

Selain berjualan di sekitar Makam Bung Karno, dia terkadang menjajakan es drop hingga ke Tulungagung dan Kediri.

Berbekal sepeda motor tuanya itu melintasi jalanan antarkota, hanya membawa es yang memberikan kesegaran di tengah hiruk-pikuk keseharian orang-orang.

"Sudah lama Mbak, saya dari 2007 sudah sampai Tulungagung terkadang daerah Kediri," ujarnya.

Dia hingga kini tetap setia menjaga kelestarian jajanan legendaris agar tetap eksis. “Es drop mungkin hanya jajanan sederhana, tapi dalam kehadirannya tersimpan cerita perjuangan, cinta, dan kenangan,” pungkasnya. (mm1/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#es drop #blitar #makam bung karno