Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Punya Pengaruh Penting! Industri Kerajinan Kendang Sentul Terhadap Perekonomian Warga Desa Santren Blitar

Arum Minatin • Rabu, 30 Oktober 2024 | 23:45 WIB
Desa Santren di Kecamatan Sentul, Kabupaten Blitar, telah lama dikenal sebagai pusat kerajinan kendang
Desa Santren di Kecamatan Sentul, Kabupaten Blitar, telah lama dikenal sebagai pusat kerajinan kendang

BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Desa Santren di Kecamatan Sentul, Kabupaten Blitar, telah lama dikenal sebagai pusat kerajinan kendang, terutama kendang jimbe. Lokasi ini tidak hanya menjadi ikon budaya lokal, tetapi juga menjadi salah satu penopang utama ekonomi warga setempat.

Sentra kerajinan kendang ini menjadi simbol ketangguhan masyarakat Desa Santren yang mampu bangkit dan bertahan, meski diterjang berbagai tantangan seperti pandemi.

Industri ini memainkan peran penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat Desa Santren, memberikan lapangan pekerjaan, dan membuka peluang ekonomi yang beragam.

Pengaruh industri kerajinan kendang terhadap perekonomian Desa Santren terlihat dari bagaimana hampir seluruh warga bergantung pada produksi kendang sebagai sumber utama pendapatan.

Dalam satu bulan, para pengrajin kendang mampu menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah. Meski saat pandemi omzet ini sempat menurun, kini perlahan-lahan mulai meningkat kembali, dengan rata-rata mencapai sekitar Rp 20 juta per bulan.

Jumlah ini memang belum setinggi masa sebelum pandemi, di mana beberapa perajin seperti Suparno, salah satu tokoh pengrajin senior di desa ini, mampu mencapai omzet hingga Rp 50 juta per bulan. Kendati demikian, kondisi ini tetap membawa harapan bagi para perajin untuk terus bertahan dan berkembang.

Baca Juga: Gudang Kendang di Blitar Habis Terbakar, Polisi Masih Selidiki Penyebab, Segini Kerugiannya

Sentra kerajinan kendang di Desa Santren juga berkontribusi besar dalam menciptakan lapangan kerja.

Setiap pengrajin umumnya mempekerjakan antara 15 hingga 25 orang, yang terbagi dalam berbagai tahap produksi kendang. Proses produksi kendang meliputi pembubutan kayu, ukiran, pengamplasan, pewarnaan, hingga pemasangan kulit.

Dengan tingginya permintaan, para pengrajin juga sering kali membutuhkan tenaga tambahan, terutama untuk memenuhi pesanan yang mendadak dan dalam jumlah besar.

Hal ini memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat, di mana roda ekonomi lokal dapat terus berputar, dan banyak warga yang merasakan manfaat langsung dari industri ini.

Tak hanya berdampak pada ekonomi lokal, industri kerajinan kendang di Desa Santren juga berhasil mengangkat nama desa ini ke pasar internasional.

Pada tahun 2014, produk kendang jimbe dari desa ini mulai menarik perhatian pembeli dari luar negeri, salah satunya adalah Tiongkok. Produk ini pun berkembang dan berhasil diekspor ke berbagai negara, seperti Eropa, Amerika, Afrika, dan Asia.

Ekspansi pasar internasional ini turut meningkatkan pendapatan desa dan membuka peluang baru bagi para pengrajin untuk mengembangkan produk mereka sesuai dengan kebutuhan pasar global. Keberhasilan ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi masyarakat Desa Santren, tetapi juga membuka peluang kolaborasi bisnis yang menguntungkan.

Baca Juga: Menilik Produksi Kendang Jimbe Milik Warga Blitar Saat Ramadhan, Layani Servis dan Utamakan Kualitas Produk

Selain dampak ekonomi langsung, kerajinan kendang di Desa Santren juga menciptakan ekosistem bisnis yang luas di wilayah tersebut. Bahan baku utama, seperti kayu mahoni yang didatangkan dari daerah seperti Jepara dan kulit kambing dari Solo, Yogyakarta, dan Magetan, menunjukkan adanya rantai pasokan yang kuat di antara daerah-daerah di Pulau Jawa.

Rantai pasokan ini tidak hanya memastikan kelancaran produksi, tetapi juga memperkuat hubungan kerja sama antardaerah yang memberikan nilai tambah ekonomi di berbagai wilayah. Kolaborasi ini menjadi bukti bagaimana industri kerajinan kendang di Desa Santren mampu memberdayakan sumber daya lokal sekaligus membangun jejaring bisnis lintas wilayah.

Dengan berkembangnya industri kerajinan kendang, Desa Santren juga mendapatkan manfaat dari sektor pariwisata. Kini, Desa Santren dikenal sebagai salah satu destinasi wisata edukasi di mana pengunjung bisa melihat langsung proses pembuatan kendang dari awal hingga akhir. Wisatawan lokal dan mancanegara dapat menyaksikan bagaimana sepotong kayu dipahat, diukir, diberi warna, dan dipasang kulit untuk menjadi kendang berkualitas tinggi.

Wisata edukasi ini bukan hanya sekadar daya tarik bagi pengunjung, tetapi juga memberi tambahan pendapatan bagi para pengrajin dan masyarakat setempat. Selain itu, wisata edukasi juga membuka peluang bagi warga untuk berjualan suvenir dan produk-produk lokal lainnya, yang semakin memperkuat ekonomi desa.

 

Editor : Arum Minatin
#kendang jimbe #ekonomi #kerajinan #kendang #Peluang Ekonomi