BLITAR - Benang, yang tampak sederhana, ternyata bisa menjadi bahan dasar karya seni yang memukau dan bernilai ekonomi tinggi.
Dengan kreativitas dan ketekunan, seorang pengrajin dapat mengubah gulungan benang menjadi berbagai produk yang mudah digunakan dan memiliki nilai estetis.
Salah seorang pengrajin handcraft rajut asal Kota Blitar, Ike Aminanta mengaku, jenis benang sangat mempengaruhi kualitas hasil akhir rajutan.
Ada berbagai pilihan bahan seperti polyester, katun, rami, wol, dan akrilik, masing-masing dengan karakteristik dan daya tarik tersendiri.
"Biasanya pelanggan ditanya dulu, mau pakai bahan lokal atau impor. Bahan lokal lebih terjangkau, sedangkan bahan impor menawarkan kualitas yang lebih baik meski dengan harga lebih tinggi," jelasnya.
Produk rajutan yang dihasilkan sangat bervariasi, mulai dari dompet, tas, gantungan kunci, hingga perlengkapan bayi, seperti topi, sepatu, dan baju.
Selain itu, dia juga membuat perlengkapan musim dingin seperti syal, kaos tangan, dan topi hangat.
Bahkan, produk khusus seperti kopyah rajut dan rompi menjadi primadona. Semua produk ini dapat disesuaikan dengan permintaan pelanggan, mulai dari desain, ukuran, hingga warna, sehingga setiap produk terasa personal dan eksklusif.
Proses pembuatan rajutan memiliki fleksibilitas tinggi. Produk kecil seperti gantungan kunci dapat diselesaikan dalam hitungan menit, sementara produk besar seperti tas memerlukan waktu lebih lama, tergantung tingkat kerumitannya.
Menurut dia, suasana hati juga sangat mempengaruhi kecepatan dan kualitas rajutan. Untuk menjaga semangat, Ika sering mencari inspirasi dari Pinterest.
Melihat desain rajutan yang unik dan kreatif mampu membangkitkan motivasi dan membuka ide baru.
"Kalau mood bagus, pekerjaan cepat selesai, tapi kalau sedang banyak pikiran, bisa lama. Rajin mencari referensi desain juga menjadi tips bagi siapa pun yang ingin belajar merajut," katanya.
Seni rajut ini, jelas Ike, bukan hanya tentang menciptakan barang fungsional, tetapi juga menjadi wadah untuk mengekspresikan kreativitas. Dengan sentuhan personal, setiap rajutan memiliki cerita dan nilai tersendiri.
“Dalam setiap gulungan benang, ada potensi tak terbatas untuk menciptakan karya seni unik yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi,” pungkasnya. (ham/ady)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila