Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Menyelami Keindahan Batik Pesisir: Pameran Blakasuta di Ruang Galeri Perpus Bung Karno Blitar

Dynand Bayu Eka Respati • Selasa, 17 Desember 2024 | 23:05 WIB
WARISAN BUDAYA: Pengunjung sedang melihat pameran Batik Blakasuta di Ruang Anak Perpustakaan Bung Karno, pada Sabtu (14/12) lalu.
WARISAN BUDAYA: Pengunjung sedang melihat pameran Batik Blakasuta di Ruang Anak Perpustakaan Bung Karno, pada Sabtu (14/12) lalu.

Blitar - Ruang Galeri Perpustakaan Bung Karno menjadi saksi keindahan dan kekayaan budaya Indonesia melalui Pameran Batik Blakasuta yang mengusung tema Blakasuta, yang dalam bahasa Jawa berarti terus terang, pada 13-16 Desember 2024 lalu.

Pameran ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai keberagaman batik, khususnya batik pesisir yang sering kali tidak mendapatkan perhatian yang sama seperti batik Solo atau Yogyakarta.

“Pameran ini menampilkan lebih dari 48 koleksi batik berasal dari empat kolektor terkemuka, yaitu Arum, Gading, Rian Yogo, dan Perpus Bung Karno juga turut memamerkan 2 kain batiknya,” ungkap Ketua Event Blakasuta, Rian Yogo Wibowo.

Di sini, kata Rian, pengunjung tidak hanya dapat melihat berbagai motif batik yang khas, tetapi juga alat-alat tradisional yang digunakan dalam proses pembuatan batik, memberikan wawasan lebih dalam tentang seni dan teknik pembuatan batik yang otentik dan lawas.

Selain itu, acara ini juga disertai dengan gelar busana yang memamerkan keindahan batik pesisir yang kaya akan cerita dan sejarah. 

Melalui acara ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa batik bukan hanya sebatas batik Solo atau Yogyakarta, melainkan memiliki ragam motif dan filosofi yang berkembang di berbagai daerah pesisir Indonesia. 

Pameran ini memberikan edukasi yang mendalam mengenai cara pembuatan batik, serta sejarah dan filosofi di balik setiap motif yang ada. 

Pengunjung dapat belajar lebih banyak tentang bagaimana batik mengandung nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun, serta proses panjang dilalui hingga menghasilkan kain batik siap digunakan. 

Dengan hadirnya pameran ini, masyarakat akan lebih menghargai batik sebagai warisan budaya bernilai tinggi dan memahami keanekaragaman batik dari berbagai daerah di Indonesia. 

Selain itu, acara ini juga menjadi kesempatan untuk mengenal lebih jauh mengenai batik pesisir yang mungkin belum banyak diketahui masyarakat luas.

"Harapan agar masyarakat teredukasi tentang batik asli, batik tulis, dan kenapa batik tulis itu memiliki harga mahal," katanya.

Rian menambahkan, memakai batik yang dibuat jarik merupakan salah satu budaya kita, dan dengan budaya yang kini terus berubah-ubah dan berkembang, batik tetap bisa mengikuti zaman. 

Pameran Blakasuta ini menjadi salah satu cara untuk melestarikan dan mengenalkan batik Indonesia secara lebih mendalam kepada generasi muda dan masyarakat umum. (nan/din)

Sumber : Instagram deltras6lory
Sumber : Instagram deltras6lory
Sumber : Instagram deltras6lory
Sumber : Instagram deltras6lory
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#pameran batik #Perpustakaan Bung Karno