Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Simak Harga Ikan Laut di Tulungagung yang Terdampak Cuaca Buruk, Pedagang Buka Suara

Dharaka R. Perdana • Kamis, 30 Januari 2025 | 00:08 WIB

 

MENGAIS REZEKI: Pedagang ikan laut di Pasar Bandung Tulungagung sedang beraktivitas.
MENGAIS REZEKI: Pedagang ikan laut di Pasar Bandung Tulungagung sedang beraktivitas.

TULUNGAGUNG – Harga ikan laut di Tulungagung kini sedang mengalami lonjakan.

Faktor cuaca buruk di Tulungagung maupun daerah penghasil ikan laut laut lainnnya    sebabkan pasokan ikan laut menurun.

Taufik, salah seorang pedagang ikan laut di Pasar Ngemplak Tulungagung mengatakan, kenaikan harga ikan laut bervariasi antara Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu per kilogram.

Salah satunya adalah ikan laut jenis layur yang sebelumnya dipatok harga Rp 30 ribu, kini naik menjadi Rp 35 ribu per kilogram.

 Baca Juga: Warga Sentul  Kota Blitar Ubah Sungai Jadi Destinasi Wisata Edukasi dan Budi Daya, Dulu Penuh Sampah dan Keruh, Ada Alasan Pilih Ikan Nila Merah

Setara dengan ikan laut jenis tongkol mengalami kenaikan sekitar Rp 25-27 ribu tergantung dengan ukuran ikan.

Dia mengaku, kalau harga ikan laut memang semua mengalami kenaikan, selain itu harga masih stabil.

Tidak hanya jenis ikan, cumi-cumi juga merangkak naik sekitar Rp 48 ribu per kilogram.

Menurut Taufik, tingginya harga ikan laut dipengaruhi berbagai faktor, khususnya faktor cuaca.

“Cuaca buruk yang terjadi sebabkan nelayan kesulitan mendapatkan pasokan ikan laut. Alhasil, harga ikan saat ini sedang naik,” bebernya.

 Baca Juga: Mengenai Pagar Laut, Ini Tanggapan Menteri Nusron

Pria paro baya tersebut mengatakan, meski harga ikan laut semakin tinggi, tapi tidak membuat para pembeli turun.

Menurut dia, permintaan pembeli semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan konsumen pribadi maupun pedagang makanan yang mengolah ikan laut.

“Meskipun permintaan para pembeli tetap, saya tidak berani kulakan ikan laut dengan jumlah yang besar,” terangnya.

Taufik mengaku saat ini ikan yang dijual lebih banyak komoditas ikan tambak dan ikan budi daya, seperti gurami, udang, lele, dan lainnya.

Tidak dipungkuri harga ikan tawar lebih stabil dibandingkan dengan harga ikan laut yang saat ini mengalami kenaikan.

 Baca Juga: Jelaskan Status HGB di Perairan Sidoarjo, Menteri Nusron: Sertipikat Legal Berupa Tambak Namun Menjadi Laut Karena Abrasi

Keadaan tersebut dia lakukan guna mengatasi kerugian saat stok terbatas.

Disinggung soal harga ikan tawar, Taufik mengatakan harga gurami tetap stabil.

Meski mengalami fluktuatif, ikan gurami masih laku di pasaran, mengingat saat menjelang Imlek permintaan ikan gurami tidak mengalami kenaikan.

“Permintaan ikan gurami sama seperti hari biasanya, tidak ada peningkatan jelang Imlek,” ungkapnya.

Taufik berharap harga ikan laut bisa stabil sehingga ikan yang dijual tidak hanya ikan air tawar.

Bagi penjual memang mendapatkan dampak yang signifikan, seperti kehilangan para pembeli jika harga yang dibanderol tinggi.

“Memang tidak bisa dipastikan kapan akan stabil harganya. Kami sebagai pejual hanya menyiasati agar tidak mengalami kerugian,” tandasnya. (mg1/c1/rka)

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#tulungagung #harga ikan laut