Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jangan Panik! Sanken Tangerang Pastikan Tetap Beroperasi Meski Pabrik Cikarang Tutup

Delta Dewi Pratiwi • Jumat, 21 Februari 2025 | 02:00 WIB
KLARIFIKASI: Pernyataan Pihak Sanken, Terkait Berita Yang Sedar Tersebar
KLARIFIKASI: Pernyataan Pihak Sanken, Terkait Berita Yang Sedar Tersebar

 

BLITAR - Kabar mengenai penutupan pabrik PT Sanken Indonesia di Cikarang, Jawa Barat, telah menjadi sorotan publik. Pabrik ini, yang beroperasi sejak 1997 dan merupakan anak perusahaan dari Sanken Electric Co., Ltd asal Jepang, akan menghentikan seluruh lini produksinya pada Juni 2025. Keputusan ini diambil berdasarkan permintaan dari perusahaan induk di Jepang yang berencana mengalihkan fokus produksi ke sektor semikonduktor.

Sanken Indonesia dikenal memproduksi berbagai peralatan rumah tangga seperti penanak nasi, dispenser, dan mesin cuci. Namun, dengan penurunan permintaan domestik yang mencapai 60% dari total produksi, perusahaan tidak dapat mempertahankan operasionalnya di Indonesia.

Kementerian Perindustrian Republik Indonesia telah mengonfirmasi rencana penutupan ini. Direktur Jenderal ILMATE, Setia Diarta, menyatakan “perusahaan telah melaporkan rencana penutupan melalui sistem Online Single Submission (OSS) dan mengakui adanya penurunan permintaan produk di pasar domestik. Utilitas pabrik tersebut pada tahun 2024 hanya mencapai 14%, menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam kapasitas produksi” ujarnya.

Baca Juga: Permohonan Izin Usaha di Kabupaten Blitar Dominasi Industri Mamin, DPMPTSP: Kesadaran Masyarakat Mulai Tinggi

Meskipun demikian, PT Sanken Argadwija di Tangerang tetap beroperasi dan tidak terpengaruh oleh keputusan ini. Esmond H. Tirtajasa, Direktur Marketing PT Sanken Argadwija, menegaskan bahwa pabrik mereka berbeda dari yang ditutup dan tetap berkomitmen untuk memenuhi permintaan konsumen di Indonesia. Perluasan pabrik di Cirebon juga direncanakan untuk mendukung pertumbuhan bisnis di masa depan.

Pabrik yang ditutup di Cikarang merupakan bagian dari dinamika industri elektronik di Indonesia, di mana banyak perusahaan global menyesuaikan strategi mereka untuk tetap kompetitif.

Penutupan ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh industri manufaktur dalam mempertahankan tingkat produksi dan permintaan lokal. Kemenperin memastikan bahwa proses penutupan akan dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk menjaga kepatuhan terhadap regulasi.

Baca Juga: Pabrik Kimia PT Indoraya di Tangerang Terbakar, Begini Kronologinya!

Dalam konteks lebih luas, langkah Sanken ini menunjukkan pergeseran dalam industri elektronik global menuju teknologi yang lebih canggih seperti semikonduktor. Hal ini juga mengindikasikan bahwa perusahaan-perusahaan harus beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan permintaan pasar dan teknologi baru.

Keputusan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan industri semikonduktor di Jepang, meskipun ada kekhawatiran mengenai dampak sosial ekonomi dari penutupan pabrik tersebut bagi karyawan di Indonesia.

Kementerian Ketenagakerjaan masih menunggu laporan resmi terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat penutupan pabrik ini. Sementara itu, masyarakat diminta untuk tidak bingung antara PT Sanken Argadwija dan PT Sanken Indonesia karena keduanya merupakan entitas terpisah dengan fokus produksi yang berbeda.

Dengan demikian, meskipun ada tantangan yang muncul dari penutupan pabrik, PT Sanken Argadwija berkomitmen untuk terus melayani pasar domestik dan meningkatkan jaringan layanan mereka di seluruh Indonesia. (*)

Editor : M. Subchan Abdullah
#perusahan #elektronik #sanken #tangerang #semikonduktor #cikarang #jawabarat #pabrik