Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dua Jam Operasi Pasar di Pasar Kanigoro Blitar, Sebanyak 2 Ton Beras Tak Habis

Fajar Rahmad Ali Wardana • Kamis, 13 Maret 2025 | 22:00 WIB
BERHARAP: Masyarakat Kanigoro membeli beras SPHP di Pasar Kanigoro yang harganya lebih terjangkau, Rabu (12/3/2025).
BERHARAP: Masyarakat Kanigoro membeli beras SPHP di Pasar Kanigoro yang harganya lebih terjangkau, Rabu (12/3/2025).

 

BLITAR - Disperindag Kabupaten Blitar kembali menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Lebaran. Operasi pasar kali ini berlangsung di halaman Pasar Kanigoro pada Rabu (12/3/2025).

Sebanyak 2 ton beras dan 200 karton liter minyak goreng bersubsidi disediakan. Beras yang dijual dalam operasi pasar merupakan beras kualitas medium, yakni beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang dibanderol Rp 57.000 per kemasan 5 kilogram.

Sementara itu, minyak goreng subsidi MinyaKita dijual dengan harga Rp 14.700 per liter.

Pantauan koran ini menunjukkan bahwa operasi pasar kali ini tidak terlalu ramai. Sempat terjadi antrean pada awal dimulainya kegiatan jual beli ini pukul 08.30 WIB. Namun tidak lama, setelah itu pembeli beras maupun minyak goreng mulai berkurang.

Namun, aliran pembeli tetap berlangsung silih berganti. Bahkan hingga lebih dari pukul 10.00 WIB, stok yang tersedia belum habis.

Umi, salah satu warga yang datang ke operasi pasar, mengaku baru mengetahui adanya kegiatan ini di pagi hari. Begitu mendengar kabar, dia segera menuju lokasi untuk membeli beras SPHP.

Namun, pembelian dibatasi maksimal dua kemasan beras dan 2 liter minyak goreng per orang. "Harga berasnya Rp 57.000 per kemasan isi 5 kilogram. Kalau di pasaran, harga beras bisa mencapai Rp 65.000 dengan kemasan yang sama," ujar Umi.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Blitar, Darmadi, menjelaskan bahwa operasi pasar ini merupakan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.

Tiap operasi pasar, pihaknya menyediakan 2 ton beras dan 200 karton atau 2.400 liter minyak goreng. Hal ini dilakukan agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

Darmadi menambahkan, operasi pasar akan digelar lima kali selama Ramadan hingga menjelang Lebaran. Sejauh ini, operasi pasar telah dilaksanakan di Pasar Wlingi dan Pasar Kanigoro. Selanjutnya, kegiatan ini dilakukan di Pasar Lodoyo.

Nantinya total ada lima kali operasi pasar selama Ramadan ini. “Kondisi stok dan harga kebutuhan pokok saat ini cenderung stabil. Hal tersebut berpengaruh pada tingkat antusiasme masyarakat yang tidak terlalu tinggi dalam mengikuti operasi pasar. Selain itu, pasokan juga aman," pungkasnya. (jar/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#MinyaKita #kebutuhan pokok #lebaran #Disperindag kabupaten blitar #Beras sphp #pasar kanigoro #operasi pasar #ramadan