BLITAR - Suasana halaman dan serambi Masjid Agung Kota Blitar tak seperti biasanya, Kamis (13/3/2025). Sejumlah orang duduk-duduk santai sembari memegangi sebuah kertas dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Mereka ternyata sedang menunggu antrean untuk menukarkan uang pecahan baru khusus Lebaran. Sejak dibuka sekitar pukul 10.00, layanan kas keliling Bank Indonesia itu langsung diserbu masyarakat.
Mereka yang datang tidak hanya warga lokal Blitar Raya, tetapi juga ada dari luar daerah. Mereka rela untuk menukarkan uang ke Blitar lantaran layanan penukaran uang di daerahnya belum buka atau sudah buka tetapi ketinggalan. Sebelumnya, mereka sudah terlebih dulu mendaftar secara online melalui aplikasi yang dibagikan oleh BI.
Layanan penukaran uang baru tersebut dibatasi hanya untuk 300 orang penukar. Layanan tersebut hanya dibuka sehari di Blitar. ”Untuk daerah lain, kami belum tahu, menunggu informasi dari pimpinan,” ujar petugas layanan kas keliling BI, Kamis (13/3/2025).
Kas keliling tersebut melayani tukar uang pecahan dengan nilai maksimal Rp 4.300.000 per orang. Rinciannya, pecahan Rp 50 ribu (30 lembar), pecahan Rp 20 ribu (25 lembar), pecahan Rp 10 ribu (100 lembar), pecahan Rp 5 ribu (200 lembar), pecahan Rp 2.000 (100 lembar), dan pecahan Rp 1.000 (100 lembar).
Jika ditotal, ada senilai Rp 129 juta uang pecahan yang disediakan oleh BI kepada masyarakat. Layanan penukaran uang baru BI ini keliling ke sejumlah daerah. Untuk hari ini, layanan keliling juga dijadwalkan di Kota Pasuruan dan Kabupaten Lumajang.
Sekadar diketahui, layanan penukaran uang baru oleh BI merupakan program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2025. Layanan penukaran uang ini dibuka selama periode 17-23 Maret 2025 di lokasi yang sudah ditetapkan.
Yang perlu dicatat, penukaran uang baru BI ini baru bisa dilakukan setelah mendaftar terlebih dahulu secara online via PINTAR BI. Pendaftaran tersebut hanya bisa dilakukan saat periode pemesanan dibuka.
Namun, pendaftaran online tersebut sempat terkendala sistem yang error. Akibatnya, masyarakat harus menunggu 2 jam untuk bisa kembali mengakses.
“Saya daftar 9 Maret lalu. Sistemnya error mulai pukul 09.00 hingga 11.00. Meski error, saya tetap tunggu sampai bisa demi dapat uang pecahan,” ungkap salah satu penukar, Ella Bidayatur Rizki, Kamis (13/3/2025). (sub)
Editor : M. Subchan Abdullah