Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Komisi II DPRD Kota Blitar Minta Pelatihan Usaha Wajib Terencana dengan Matang

M. Subchan Abdullah • Senin, 17 Maret 2025 | 21:00 WIB

HARAP TEREALISASI: Salah satu pedagang hasil UMKM di area Makam Bung Karno tengah menunjukkan dagangannya beberapa waktu lalu.
HARAP TEREALISASI: Salah satu pedagang hasil UMKM di area Makam Bung Karno tengah menunjukkan dagangannya beberapa waktu lalu.
 

BLITAR - Sektor perekonomian dan perdagangan menjadi fokus pembangunan Wali Kota Blitar yang baru Syauqul Muhibbin. Salah satu upayanya meningkatkan program pemberdayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain menggelar sejumlah event yang melibatkan pelaku UMKM, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar juga terus membuka pelatihan-pelatihan.

Komisi II DPRD Kota Blitar meminta pemkot agar program pelatihan kepada para pelaku usaha benar-benar terencana dan terprogram dengan baik.

“Jadi dalam membuat program itu jangan hanya copas (menyalin) dari tahun ke tahun. Harapannya dipikirkan dan direncanakan dengan matang, apa goal dari programnya,” kata Sekretaris Komisi II DPRD Kota Blitar, Nuhan Eko Wahyudi.

Pemkot, lanjut dia, dalam membuat program kegiatan bukan sekadar bagaimana anggaran bisa cepat terserap, melainkan harus dipertimbangkan juga kebermanfaatan dan dampak yang didapat masyarakat dari program tersebut.

“Apalagi, kondisi perekonomian saat ini sedang tidak baik-baik saja. Tidak sedikit pelaku usaha yang mengeluh hingga akhirnya gulung tikar,” ujarnya.

Komisi II berharap Pemkot Blitar lebih kreatif dalam membuat program. Yaitu, program itu bisa mendidik masyarakat pengusaha meski dalam skala kecil maupun menengah. “Nah, dalam mengajarkan mereka itu jangan hanya berhenti pada pelatihan seperti membuat kue dan lain sebagainya, tetapi juga ajarkan bagaimana strategi pemasaran atau penjualannya,” terang politikus PPP ini.

Masyarakat, kata Nuhan, juga harus diberikan pemahaman tentang pemasaran yang efektif untuk produknya. Seperti diajarkan bagaimana cara jualannya yang efektif, sasarannya siapa, hingga cara agar konsumen tertarik dan produk laku.

“Jadi ketika masyarakat sudah mendapat pelatihan itu, bagaimana mereka itu mendapatkan dampaknya secara ekonomi juga. Jadi tidak sekadar menghabiskan anggaran saja,” tegasnya.

Pihaknya menekankan agar program kegiatan yang akan dilaksanakan benar-benar terencana dengan baik. Jangan sekadar rutinitas, tetapi bagaimana program itu juga memberi dampak positif, terutama bagi perekonomian masyarakat.

“Selain berkesinambungan, juga harus terencana dengan baik,” tandasnya. (sub/c1/din)

Editor : M. Subchan Abdullah
#pemberdayaan UMKM #pelatihan usaha #dprd kota blitar #perdagangan #Syauqul Muhibbin #wali kota blitar #industri #Pemkot Blitar