Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Menjaga Warisan Resep Orang tua, Produk Kue Kering asal Blitar Ini Berhasil Tembus hingga Papua

Fajar Rahmad Ali Wardana • Selasa, 18 Maret 2025 | 23:00 WIB

 

SEMANGAT: Susilorini memamerkan kue kering mawar buatannya dengan beberapa varian kue.
SEMANGAT: Susilorini memamerkan kue kering mawar buatannya dengan beberapa varian kue.

BLITAR - Ramadan menjadi berkah bagi produsen  kue kering mawar. Seperti dirasakan oleh  Susilorini, warga Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar yang sudah menggeluti usaha kue mawar selama 37 tahun atau sejak 1988. Bahkan peminatnya hingga Papua, karena rasanya yang khas.

Tidak sulit menemukan rumah Susilorini di Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Namanya sudah dikenal luas sebagai produsen kue kering mawar jadul. Kue ini tidak hanya menjadi camilan khas Lebaran, tetapi juga menyimpan sejarah panjang dalam keluarga Susilorini.

Di rumahnya, suasana tampak sibuk. Ruang tamu penuh dengan toples dan mika berisi roti mawar yang tertata rapi di rak kayu. Di belakang rak, dua pekerja tampak mengemas kue, sementara di dapur, empat pekerja lain sibuk mencetak adonan roti mawar.

"Saya sudah menekuni usaha ini sejak 1988, lebih tepatnya saat masih SMA. Resepnya langsung turun-temurun dari orang tua," ujar perempuan 56 tahun itu.

Kue mawar jadul memang memiliki tempat tersendiri di hati pecinta kuliner tradisional. Dinamai "mawar" karena bentuknya menyerupai bunga mawar. Jajanan jadul ini selalu hadir di setiap rumah ketika momen idul fitri. Rasanya yang  enak dan renyah menjadi daya tarik masyarakat tanah air untuk menaruhnya di meja tamu.

Pembuatannya pun gampang dan bahan-bahan mulai dari tepung terigu, telur, hingga selai juga mudah didapatkan sebagai isian. Setelah adonan diolah, tahap berikutnya adalah mencetak kue hingga berbentuk mawar. Namun, bagian paling krusial adalah saat pemanggangan di oven.

"Tahapan ini paling menentukan. Kalau salah mengatur suhu atau waktu, kuenya bisa gosong, Untuk memberi rasa alternatif,  saya kasih warna –warna dan toping sagu. Seperti bola coklat hingga selai dan lain sebagainya. Namun yang paling laris, rasa orisinal dan sagu," katanya.

Tahun ini, permintaan kue mawar jadul meningkat drastis. Bahkan sebelum Ramadan, Susilorini sudah menerima pesanan lebih dari 70 kilogram. Karena pesanan banyak, dia sudah mulai produksi sejak Februari lalu. Kalau tidak, Susilorini bisa kewalahan seperti tahun lalu.

Ibu tiga anak itu menceritakan tahun lalu baru mulai membuat kue seminggu sebelum Ramadan. Kini dia sudah memulainya sebulan lebih awal untuk mengantisipasi lonjakan pesanan. Tahun lalu, dia sempat kewalahan karena banyaknya permintaan.

Maka dari itu, dia pun menambah jumlah pekerja menjadi 20 orang. Produksi dilakukan dalam dua shift, pagi hingga siang dan sore hingga malam.

"Banyak yang bilang Lebaran masih lama, kok sudah produksi? Tapi kalau tidak dari sekarang, nanti malah kewalahan saat mendekati Lebaran. Karena pesanan roti mawar tidak hanya datang dari dalam kota, tetapi juga dari berbagai daerah di luar Blitar, bahkan luar Pulau Jawa. Tahun ini, ia menerima pesanan dari Papua,” tutur Susilorini.

Sedangkan untuk harga, Susilorini membanderol produknya mulai Rp 45.000 hingga Rp 75.000 per kemasan 400 gram dan 500 gram. Produknya ini, dipasarkan dengan offline dan online.

Namun biasanya, pelanggan lama langsung datang ke rumahnya untuk memesan, sementara pelanggan baru lebih banyak ditemukan lewat media sosial.

Baca Juga: Pengusaha Kue Kering dan Kukis di Blitar Ini Bicara Soal Tantangan Awal dalam Berusaha

 "Mayoritas pembeli masih datang langsung ke sini. Mereka ingin melihat langsung proses produksinya," paparnya.

Dengan meningkatnya permintaan, ia memperkirakan jumlah pesanan masih akan bertambah hingga mendekati Lebaran."Biasanya, di pertengahan Ramadan pesanan semakin banyak. Tahun ini pun kemungkinan begitu," pungkasnya. (*/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#orang tua #papua #pemasaran #Susilorini #warisan #Produksi Kue Kering #Kecamatan Sukorejo #Kota Blitar #resep