BLITAR – Menanam durian bukan sekadar hobi, tetapi bisa menjadi investasi jangka panjang yang menjanjikan. Tak hanya itu, durian diklaim bisa menjadi solusi menekan angka pengangguran jika digeluti dan diseriusi sejak remaja.
Presiden Republik Durian Blitar, Anna Lutfie menegaskan, budaya menanam harus ditanamkan sejak dini, bahkan sejak lulus sekolah menengah atas (SMA). Dengan begitu, ketika memasuki usia produktif, generasi muda sudah memiliki sumber penghasilan yang relatif stabil.
"Jika seorang remaja mulai menanam durian selepas SMA, maka saat mereka lulus kuliah, mereka tidak perlu repot mencari pekerjaan. Sebab, di usia 5–6 tahun, satu pohon durian bisa menghasilkan sekitar 40 buah dengan bobot rata-rata 2 kg per buah," jelasnya.
Anna mengungkapkan, harga durian premium kini bisa mencapai Rp 250 ribu per kilogram. Sehingga satu pohon durian berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar Rp 20 juta per musim panen. Jika seseorang memiliki beberapa pohon, maka penghasilannya bisa lebih besar, bahkan melampaui gaji pekerja kantoran.
“Ingat, semakin lama pohon durian semakin banyak berbuah. Usia produktif durian mencapai puluhan tahun. Di awal-awal produksinya mungkin tidak begitu banyak, tapi semakin lama jelas semakin banyak pula panen yang dihasilkan,” jelasnya.
Selain durian, ada usaha lain yang bisa dijalankan di area kebun durian. Menurut Anna, beternak atau menanam tanaman lain di sekitar lahan durian bisa menjadi tambahan penghasilan sekaligus memenuhi kebutuhan jangka pendek.
"Dengan pola ini, generasi muda tidak hanya menggantungkan pendapatan dari satu sumber. Mereka bisa tetap produktif sembari menunggu panen durian. Menanam durian juga tidak harus menggunakan area yang luas, lahan pekarang juga bisa dimanfaatkan," tambahnya.
Lebih dari sekadar keuntungan ekonomi, menanam durian juga berdampak pada peningkatan kepercayaan diri anak muda. Mereka yang memiliki penghasilan dari kebun sendiri tidak akan khawatir dengan ketidakpastian mencari pekerjaan.
"Kalau mereka sudah punya penghasilan yang jelas, mereka juga lebih siap untuk menikah dan membangun keluarga. Apalagi jika area tanamnya semakin luas, maka potensi keuangannya pun semakin besar," ungkap Anna.
Dengan besarnya peluang ekonomi ini, kata dia, menanam durian bukan hanya tentang bertani, tetapi juga membangun kemandirian generasi muda. Budaya menanam sejak dini bisa menjadi solusi bagi mereka yang ingin memiliki masa depan finansial yang lebih stabil.
“Pada konteks ini kadang membutuhkan stimulan atau dukungan dari para pemangku kebijakan. Jika ada contoh dan keberpihakan, kami yakin angka pengangguran juga bisa ditekan,” tandas Anna. (hai/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah