Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kebutuhan Daging di Blitar Naik Dua Kali Lipat di Momen Ramadan dan Lebaran, Ini Kata Disnakkan

Agus Muhaimin • Minggu, 6 April 2025 | 19:00 WIB
SEGAR: Personel RPH Wlingi sedang melayani permintaan pelanggan untuk menguliti sapi.
SEGAR: Personel RPH Wlingi sedang melayani permintaan pelanggan untuk menguliti sapi.

BLITAR – Selama Lebaran, ketersediaan daging, telur, dan susu di Kabupaten Blitar dipastikan aman bahkan surplus.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar, Eko Susanto mengungkapkan, produksi pangan hewani di daerah ini mencukupi kebutuhan masyarakat, termasuk untuk menghadapi peningkatan konsumsi selama Ramadan dan Idul Fitri.

"Kami memastikan stok daging, telur, dan susu di Kabupaten Blitar dalam kondisi cukup, bahkan berlebih. Ini juga didukung oleh data pemotongan hewan di rumah potong hewan (RPH) yang menunjukkan tren peningkatan," ujar Eko Susanto.

Di tiga RPH utama Kabupaten Blitar, yakni di Wlingi, Kademangan, dan Srengat, jumlah sapi yang dipotong mengalami lonjakan signifikan. Pada hari-hari biasa, rata-rata pemotongan sapi berkisar antara 20 hingga 25 ekor per hari. Namun, menjelang Lebaran, jumlah ini hampir meningkat 100 persen.

"Sejak awal Ramadan, jumlah sapi yang dipotong sudah mulai meningkat. Menjelang puncaknya, ada sekitar 40 ekor sapi disembelih setiap hari. Itu menunjukkan permintaan daging meningkat, tetapi kami pastikan stok tetap aman," kata Eko.

Menurut dia, kenaikan jumlah pemotongan sapi ini merupakan fenomena yang selalu terjadi setiap tahun. Permintaan daging biasanya melonjak menjelang Idul Fitri karena meningkatnya konsumsi di masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha kuliner yang berkembang pesat selama musim libur.

Selain daging, ketersediaan telur di Blitar juga sangat melimpah. Kabupaten Blitar dikenal sebagai salah satu daerah penghasil telur terbesar di Indonesia, dengan kapasitas produksi mencapai 500 hingga 700 ton per hari. Sementara itu, kebutuhan telur untuk konsumsi lokal tidak lebih dari 10 persen dari total produksi harian.

"Dengan kapasitas produksi jauh melebihi kebutuhan, kami pastikan stok telur selama Ramadan dan Lebaran tidak mengalami kendala. Blitar adalah daerah sentra peternakan ayam petelur, sehingga untuk kebutuhan lokal pasti aman," jelasnya.

Populasi unggas di Kabupaten Blitar saat ini mencapai sekitar 16 juta ekor. Angka ini menunjukkan tingginya produksi dan peran Blitar dalam menyuplai telur ke berbagai daerah di Indonesia.

Dengan ketersediaan melimpah, harga daging dan telur di pasaran diharapkan tetap stabil. Namun, dinas peternakan dan perikanan tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan.

"Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat," ujarnya.

Dia mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam membeli kebutuhan pangan hewani. Dengan stok yang terjamin, masyarakat bisa mendapatkan daging dan telur dengan harga yang wajar tanpa perlu khawatir akan kelangkaan. (hai/din)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Kabupaten Blitar #lebaran #kebutuhan daging #Disnakkan #surplus #Aman #dinas peternakan dan perikanan #ramadan