BLITAR - Budi daya ikan lele hingga kini masih menjanjikan. Sebab tingkat pesanan terus mengalir. Namun kini mulai merambah untuk lele panggang dan pemancingan.
“Sengaja bidik pasar lele panggang atau asap dan pemancingan saat ini,” terang pemilik kolam lele, Sudarmanto, Selasa (25/3/2025).
Dia mengaku, sengaja tidak untuk lele konsumsi. Sebab harga pakan masih tergolong mahal dan perawatan rumit. Maka mempengaruhi biaya produksi.
Beda dengan lele asap dan pancing. Tetap bisa menggunakan pakan alternatif sendiri. Dengan demikian bisa menghemat biaya produksi.
Dia mengaku, untuk pemeliharaan ini tergolong mudah. Untuk pakan-pakan sisa ayam atau konstentrat tetap bisa digunakan. Tentu dengan campuran tertentu agar bisa dimakan lele.
Namun tetap ada pemantauan ketika melakukan pemeliharaan. “Usia paling rawan untuk lele hingga usia 2 bulan 15 hari,” ungkap pria berambut gondrong ini.
Untuk proses pemberian makan hanya dua kali dalam sehari. Maka tidak perlu repot dan waktu tergolong mudah.
Jika sudah bisa tumbuh dengan normal, maka akan dilakukan seleksi ukuran lele. Jika lele sudah standar, akan dipindah ke kolam di bawah kandang ayam.
Nah ketika lele sudah di bawah kolam kandang ayam, maka tingga perawatan air.
“Tidak untuk konsumsi memang, hanya pemancingan saja,” ujarnya.
Dengan biaya produksi lebih ringan, maka akan memangkas biaya lainnya.
“Kalau pasar tidak ada masalah. Pesanan dari Kediri, Tulungagung, Blitar. Sudah puluhan tahun melakukan kegiatan budi daya lele,” katanya.
Dia memiliki ratusan ribu ekor. Tiap kolam rata-rata berisi 40 ribu ekor. (jar/din)
Editor : M. Subchan Abdullah