Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pemilik Usaha Ungkap Resep Rahasia Keripik Pisang Gepok asal Selopuro Blitar

Agus Muhaimin • Senin, 14 April 2025 | 03:00 WIB
Keripik Pisang Gepok asal Selopuro Blitar.
Keripik Pisang Gepok asal Selopuro Blitar.

 

BLITAR - Bumi Penataran tak hanya dikenal dengan keranaman budaya dan sejarahnya, tapi juga kreativitas warganya dalam mengolah hasil bumi. Dari Desa Jatitengah, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar lahir sebuah inovasi sederhana namun unik dalam dunia kuliner rumahan. Yaitu, keripik pisang gepok.

Adalah Salma Dalila, seorang ibu muda yang berhasil menciptakan cita rasa khas dalam produk keripik pisangnya. Semua berkat teknik penggorengan yang tak biasa.

Usaha keripik pisang milik Salma dimulai sejak 2020, tepat setelah dia dan suaminya menikah. Awalnya, pasangan ini tak punya latar belakang usaha makanan. Mereka belajar secara otodidak, mengandalkan tutorial di YouTube dan artikel dari Google untuk meracik formula yang pas.

Namun, dari proses coba-coba itulah, Salma menemukan satu teknik yang menjadi andalan produksinya hingga kini. Alih-alih mengiris pisang lalu menggorengnya seperti cara umum, Salma justru mengiris buah pisang langsung di atas wajan berisi minyak panas.

“Awalnya saya coba iseng saja, ternyata hasilnya beda. Keripiknya jadi lebih empuk, nggak terlalu keras, dan tetap renyah,” ujarnya.

Menurut Salma, teknik ini membuat kelembapan buah tetap terjaga dan tekstur yang dihasilkan jadi lebih halus di lidah. Meskipun membutuhkan ketelatenan lebih, karena panas dan harus sigap mengiris, hasil akhirnya sebanding dengan usaha.

Pisang yang digunakan pun bukan sembarang jenis. Dia memilih pisang gepok, salah satu komoditas unggulan di wilayah Selopuro. Rasanya gurih, teksturnya padat, dan cocok dijadikan keripik. Meski harganya tergolong tinggi, bahkan bisa mencapai Rp 150 ribu per tandan saat tidak musim, Salma tetap setia pada bahan baku ini.

“Saya lebih baik kurangi untung daripada ganti bahan. Pisang gepok itu kalau digoreng pakai cara saya, hasilnya enak banget,” katanya.

Dalam sebulan, produksi keripik Salma bisa mencapai 30 kilogram. Namun saat musim libur seperti Lebaran, penjualan bisa melonjak hingga empat kali lipat. Pada Lebaran 2024, dia mencatat penjualan tertingginya hingga 200 kilogram keripik ludes dalam beberapa pekan. Pada 2025 sedikit menurun, tapi Salma tetap bersyukur karena usahanya masih berjalan stabil.

Pemasaran dilakukan lewat jalur reseller dan marketplace online. Produk keripiknya telah menjangkau pelanggan hingga luar daerah. Sebagian karena penasaran dengan rasa dan sebagian lagi karena testimoni pelanggan lama. (hai/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#budaya #keripik pisang #sejarah #Kabupaten Blitar #rasa #Kecamatan Selopuro