Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Pria Asli Blitar Ini Bercerita Awal Jadi Pekerja Migran Kini Sukses Jadi Pebisnis Kuliner

Mega Mustika Sari • Minggu, 11 Mei 2025 | 16:00 WIB

TEKUN DAN SEMANGAT: Panca Marfuan memiliki cerita lika-liku berbisnis kuliner hingga sukses.
TEKUN DAN SEMANGAT: Panca Marfuan memiliki cerita lika-liku berbisnis kuliner hingga sukses.
 

BLITAR - Tak ada jalan yang sia-sia bagi mereka yang berani bermimpi. Itulah yang dibuktikan oleh Panca Marfuan. Pria kelahiran 1987 asal Blitar, kini dikenal sebagai pemilik Zona Korean Food, salah satu pelopor kuliner Korea di kota kelahirannya.

Perjalanan ini bermula saat Panca menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). Selain bekerja di pabrik, dia memanfaatkan waktu liburnya untuk mengambil pekerjaan paruh waktu di sebuah restoran.

"Awalnya saya part time di restoran. Dari situ mulai belajar sedikit-sedikit tentang rasa dan cara masak makanan Korea," kenangnya.

Tahun 2020, saat pandemi melanda dunia, Panca kembali ke Indonesia. Di tengah ketidakpastian ekonomi, dia dan sang istri justru memutuskan untuk mengambil langkah berani.

"Saat pandemi 2020 itu bingung mau ngapain. Akhirnya coba-coba masak sama istri. Istri saya yang pertama jadi tester. Kita sesuaikan rasanya biar cocok sama lidah orang sini," ujar pria 38 tahun itu.

Dari dapur sederhana di rumah, mereka mulai meracik berbagai menu Korea, mengadaptasi rasa asli agar sesuai dengan selera masyarakat lokal.

Awalnya mereka berjualan online. Panca memasak, sementara istrinya menangani pemasaran dan menerima pesanan. "Awalnya jualan online dulu. Saya masak, istri saya yang promosi dan terima pesanan. Antar sendiri juga," cerita Panca tentang awal usahanya.

Langkah kecil ini perlahan membangun basis pelanggan yang setia. Melihat antusiasme yang terus bertumbuh, mereka memberanikan diri membuka kedai. Awalnya, tempat tersebut diberi nama Zona Kuliner dengan konsep menu campuran makanan Nusantara dan sedikit menu Korea.

"Dulu nama awalnya Zona Kuliner, masih campur ada menu Nusantara. Tapi lama-lama justru yang laku menu Korea. Akhirnya kita fokuskan dan ganti nama jadi Zona Korean Food," jelasnya.

Seiring waktu, Zona Korean Food berkembang menjadi salah satu rujukan utama bagi pecinta kuliner Korea di Blitar.

Tentu perjalanan itu tidak selalu mulus. Satu tahun setelah dibuka, muncul kompetitor dengan tempat lebih besar dan fasilitas lebih lengkap.

Baca Juga: Nelayan di Blitar Harap Bersabar, Pemkab Sebut Tak Ada Alokasi Anggaran untuk Bantuan Peralatan

"Sempat down waktu ada kompetitor baru lebih besar. Tapi kita ingat perjuangan dari awal, jadi tetap bertahan," katanya.

Berbekal ketekunan dan pelayanan akrab, Zona Korean Food berhasil menjaga kepercayaan pelanggannya.

Panca pun berbagi tentang tantangan lain yang dialaminya, yaitu memperkenalkan menu Korea otentik ke masyarakat lokal. "Kendalanya dulu ngenalin menu Korea ke orang sini susah. Orang tahunya cuma tteokbokki atau odeng. Kita mau ngenalin yang lebih otentik," tuturnya.

Namun dengan kerja keras dan inovasi rasa, kini Zona Korean Food digemari tidak hanya oleh anak muda pecinta budaya Korea, tetapi juga oleh keluarga-keluarga yang mencari pengalaman kuliner baru.

Saat ditanya apa yang terpenting dalam membangun usaha, Panca memberikan jawaban sederhana namun penuh makna. "Kalau ditanya apa yang penting buat mulai usaha, jawabannya cuma satu: semangat. Tantangan itu pasti ada, tapi kalau semangat, nanti ada jalannya sendiri," jelasnya.

Kisah Panca Marfuan adalah bukti nyata bahwa ketekunan, pengalaman, dan semangat pantang menyerah mampu mengubah langkah kecil menjadi perjalanan besar. (meg/din)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Korean food #Panca Marfuan #blitar #pebisnis #pria #kuliner #pekerja migran #korea selatan