Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen nyata dalam membangun ekonomi lokal yang tangguh dan berdaya saing.
Pelatihan ini menjadi bagian dari program rutin yang diinisiasi Indomaret dalam rangka mendampingi UMKM meningkatkan kualitas produk, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
Tidak hanya sesi pelatihan, acara ini juga diisi dengan peluncuran produk-produk UMKM Blitar yang kini telah masuk jaringan Indomaret.
“Pelatihan ini adalah bentuk apresiasi kami terhadap pelaku UMKM. Kami ingin mereka naik kelas, baik dari segi kualitas produk maupun pemasarannya,” ujar Branch Manager PT Indomarco Prismatama Cabang Jombang, Lukman Suroko, Jumat (16/5/2025).
Menurut Lukman, pelatihan ini juga menjadi sarana penting dalam proses kurasi produk lokal yang akan dipasarkan melalui gerai-gerai Indomaret.
Dia menegaskan bahwa untuk bisa masuk ke jaringan Indomaret, produk UMKM tidak hanya harus memiliki legalitas usaha, tetapi juga wajib memenuhi sejumlah standar lain. Misalnya, berlabel halal, kode produksi, dan kemasan yang menarik.
“Sampai saat ini sudah ada tujuh produk UMKM dari Blitar yang berhasil masuk ke rak-rak Indomaret dan dipasarkan secara luas. Kami mengucapkan selamat, ini juga bisa jadi motivasi bagi UMKM lain agar terus belajar dan berinovasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Blitar, Heru Eko Pramono, mengapresiasi penuh keterlibatan Indomaret dalam penguatan sektor UMKM.
Menurutnya, membangun ekonomi daerah tak cukup hanya dilakukan pemerintah. Diperlukan dukungan konkret dari pihak swasta agar pelaku UMKM benar-benar mampu berkembang secara berkelanjutan.
“Pemerintah terus melakukan pendampingan, pelatihan, hingga dukungan pemasaran. Tapi hal ini tidak bisa dilakukan satu instansi, harus keroyokan termasuk butuh dukungan pihak swasta seperti Indomaret,” terang Heru.
Heru bersyukur sudah ada tujuh produk UMKM yang masuk gerai indomaret. Pihaknya berharap jumlah tersebut terus bertambah dan banyak produk lokal Blitar yang tembus pasar ritel modern.
“Kami berharap Indomaret terus menjadi mitra aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat UMKM. Targetnya jelas, jangan hanya tujuh produk, tapi lebih banyak lagi,” tutup Heru.
Melalui sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, harapan menjadikan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal bukan lagi sekadar wacana.
Kini, produk Blitar telah merambah etalase ritel modern, membawa serta optimisme baru untuk pelaku usaha kecil di tengah tantangan zaman. (yan/hai/ady)
Editor : M. Subchan Abdullah