Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Dekopinda Kabupaten Blitar Tentang KDMP: Jadi Momentum Kebangkitan Ekonomi Desa

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 12 Juli 2025 | 02:31 WIB
Hari Koperasi Nasional Ke-78 tahun ini terasa istimewa bagi dunia perkoperasian, termasuk Kabupaten Blitar.
Hari Koperasi Nasional Ke-78 tahun ini terasa istimewa bagi dunia perkoperasian, termasuk Kabupaten Blitar.

BLITAR – Hari Koperasi Nasional Ke-78 tahun ini terasa istimewa bagi dunia perkoperasian, termasuk Kabupaten Blitar.

Sebab, dunia koperasi mendapat energi baru lewat lahirnya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Namun, harus ada rencana tindak lanjut atau pembinaan pasca-launching pada 12 Juli agar KDMP bisa panjang umur.

Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Blitar, Tuti Komaryati, menyambut hangat program tersebut.

Dia menegaskan bahwa semangat koperasi tentunya tidak berubah, yakni lahir dari bawah, oleh anggota, dan untuk anggota.

Dengan begitu, KDMP bisa diartikan dari rakyat untuk rakyat. “Koperasi itu kumpulan orang, bukan kumpulan modal.

Dia tumbuh dari visi ekonomi bersama dan modalnya berasal dari simpanan-simpanan anggota,” ujarnya saat ditemui, kemarin (10/7).

Menurut Tuti, meski pembentukan KDMP terkesan instruksional, niat baik dari presiden patut diapresiasi. Terpenting adalah menjalankan pembentukan koperasi sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

Maka dari itu, pengurusnya tidak bisa asal tunjuk. Harus melalui rapat, kesepakatan anggota, dan melalui proses pemilihan secara demokratis. Dekopinda melihat tiga jalur pengembangan KDMP.

Di antaranya adalah pembentukan koperasi baru bagi desa yang belum memiliki koperasi. Selain itu, pengembangan koperasi aktif agar lebih produktif.

Lalu, ada revitalisasi koperasi mati agar hidup kembali di desa. “Masalah persaingan itu wajar. Namun yang penting adalah komitmen, karena koperasi tidak semata mengejar laba.

Di sana ada asas gotong royong dan kebersamaan yang harus dibangun pada anggotanya,” tegasnya.

Tuti juga menekankan, KDMP bukan sekadar simpan pinjam. Koperasi ini dapat mengelola sumber daya alam di desa yang melimpah.

Koperasi desa bisa berperan dalam produksi dan pengelolaan potensi lokal. Maka dari itu,desa yang memiliki pertanian bisa membuat koperasi produksi.

Seperti di wilayah Blitar Selatan yang memiliki hasil laut juga bisa membentuk koperasi nelayan. “Bahkan, tambang pun bisa dikelola koperasi asal sesuai regulasi lingkungan,” ujarnya.

Menanggapi rencana launching KDMP serentak pada 12 Juli 2025, Tuti menekankan pentingnya tindak lanjut pascapembentukan.

Menurutnya, keberhasilan koperasi tergantung pada pendidikan dan pelatihan bagi pengurus serta pembinaan dan pengawasan dari pemerintah.

Harapannya, koperasi-koperasi yang dibentuk melalui semangat Merah Putih tidak hanya bertahan, tapi berkembang dan menjadi pilar ekonomi kerakyatan di desa masing-masing.

“Jangan hanya dideklarasikan, tapi harus didampingi. Kenapa dulu banyak koperasi ambruk? Itu harus dievaluasi. Jangan pesimis, tapi belajar dari kesalahan. Kalau butuh fasilitasi pelatihan, dekopinda siap membantu,” pungkasnya. (jar/c1/ynu)

Editor : M. Subchan Abdullah
#Simpan #Pembinaan #pengawasan #Dekopinda #evaluasi #energi #rencana #pinjam #pendidikan #KDMP #modal #dewan #koperasi #Koperasi Desa Merah Putih