Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Kabupaten Blitar Siap Launching Koperasi Merah Putih, Ini Langkah Diskopum Berikutnya

Fajar Rahmad Ali Wardana • Sabtu, 12 Juli 2025 | 19:00 WIB
Ilustrasi Koperasi merah Putih
Ilustrasi Koperasi merah Putih

BLITAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar memastikan seluruh proses pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) telah tuntas 100 persen.

Mereka akan resmi beroperasi pada Senin depan usai dilakukan launching.

Nantinya, pemkab menyiapkan bimbingan teknis (bimtek) agar pengurus lebih siap.

Persiapan peresmian KMP terakhir telah menyelesaikan pengurusan nomor induk berusaha (NIB) yang difasilitasi oleh dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP).

Launching resmi koperasi akan dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Ke-78 pada Senin, 15 Juli 2025 mendatang.

“Alhamdulillah, Koperasi Desa Merah Putih, seluruh administrasi sudah selesai 100 persen sampai ke tahap NIB. Sebelumnya, untuk pengurusannya, kami pusatkan di empat titik yaitu Kademangan, Srengat, Binangun, dan Wlingi. Selama dua hari, Rabu dan Kamis lalu,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskopum) Kabupaten Blitar, Sri Wahyuni, Sabtu (12/7/2025).

Dia melanjutkan, sebelum launching, Diskopum Blitar sudah menggandeng DPRD Provinsi Jawa Timur, khususnya anggota Komisi B Guntur Wahono.

Tujuannya untuk memberikan pembekalan kepada perwakilan dari seluruh 248 desa dan kelurahan di Kabupaten Blitar terkait KMP ini.

Semua desa dan kelurahan sudah mendapatkan pembekalan.

Setelah launching, diskopum akan melanjutkan dengan bimtek bagi pengurus koperasi, mulai dari ketua, sekretaris, bendahara, hingga satu admin yang memahami teknologi informasi (IT).

“Bimtek ini akan difasilitasi oleh Dekopinwil Jawa Timur, bekerja sama dan difasilitasi oleh dekopinwil, karena saat ini Pemkab Blitar belum bisa menggunakan APBD untuk pelatihan anggota KMP,” ungkapnya.

Dalam pembekalan KMP beberapa waktu lalu, masih ada beberapa kepala desa yang masih bingung dengan teknisnya.

Salah satunya terkait perbedaan BUMDes dan KMP yang baru dibentuk ini.

Sri Wahyuni menegaskan pentingnya sinergi antara BUMDes dan koperasi desa.

Sri Wahyuni berharap keberadaan koperasi ini dapat mendorong geliat ekonomi desa secara lebih merata dan berkelanjutan dengan prinsip gotong-royong dan kolaborasi yang kuat.

Dengan kerja sama lintas lembaga, semoga Koperasi Desa Merah Putih ini bisa menjadi pilar baru ekonomi kerakyatan di Kabupaten Blitar.

“BUMDes dan koperasi itu ibarat kakak beradik. BUMDes bisa tetap mengelola unit yang sudah berjalan, sementara koperasi bisa mengelola potensi desa lain yang belum tergarap,” pungkasnya. (jar/c1/ady)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#diskopum kabupaten blitar #kmp #NIB #Koperasi Merah Putih #pemerintah #launching #ekonomi #Pemkab Blitar #Nomor Induk Berusaha #kabupaten