Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Investasi Kafe Kapal Api di Kota Blitar Terkendala Cagar Budaya, Pemkot Langsung Beri Respon

M. Subchan Abdullah • Senin, 14 Juli 2025 | 19:30 WIB
MASIH DIKAJI: Pemkot masih berkomunikasi dengan kementerian terkait rencana Kapal Api investasi resto dan kafe di objek cagar budaya.
MASIH DIKAJI: Pemkot masih berkomunikasi dengan kementerian terkait rencana Kapal Api investasi resto dan kafe di objek cagar budaya.

BLITAR – Rencana pengembangan investasi kafe dan restoran oleh salah satu perusahaan kopi ternama di Kota Blitar tampaknya masih terkendala. Pasalnya, bangunan yang akan dijadikan tempat usaha tersebut berstatus sebagai cagar budaya.

Kondisi ini membuat proses investasi belum bisa dilanjutkan sepenuhnya. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Blitar, Heru Eko Pramono.

Menurut dia, PT Kapal Api yang selama ini memiliki aset tanah dan bangunan di pojok simpang empat PGSD, sebelah barat jalan, telah menyatakan minat serius untuk mengembangkan usaha berupa kafe dan resto dengan konsep edukatif.

“Investor dari PT Kapal Api sudah melakukan audiensi dengan Mas Wali (Wali Kota Blitar, Red) beberapa hari lalu. Namun memang ada kendala soal status cagar budaya,” ungkap Heru, Senin (14/7/2025).

Heru menjelaskan, bangunan yang dimaksud masuk dalam daftar bangunan cagar budaya sehingga penggunaannya untuk kepentingan komersial dibatasi. Meski begitu, dia bersama Pemkot Blitar tidak tinggal diam.

Wali kota sudah mengarahkan Dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) untuk melakukan komunikasi lebih lanjut dengan pihak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Harapannya status cagar budaya bisa ditinjau ulang atau dicabut, atau paling tidak tidak diberlakukan pada seluruh bangunan. Jadi bisa hanya bagian tertentu saja yang tetap berstatus cagar budaya, sisanya bisa dimanfaatkan untuk investasi,” jelasnya.

Pemkot kini masih menunggu tindak lanjut dan petunjuk teknis dari kementerian terkait.

Sementara itu, PT Kapal Api juga tetap berharap bisa memanfaatkan bangunan tersebut untuk pengembangan usaha jangka panjang.

“Konsep dari PT Kapal Api ini cukup menarik. Selain sebagai tempat nongkrong, juga akan ada edukasi seputar kopi dan proses pengolahannya. Jadi bukan hanya komersial, tapi juga berdampak pada pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata,” tambah Heru.

Jika kendala status cagar budaya bisa terselesaikan, Heru optimistis pengembangan investasi oleh perusahaan kopi itu akan menjadi daya tarik baru bagi Kota Blitar sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.

“Apalagi lokasinya dekat dengan kawasan wisata Makam Bung Karno, tentu ini menambah daya tarik bagi wisatawan , khususnya dari luar daerah,” tandasnya. (sub/c1/ady)

Editor : M. Subchan Abdullah
#PT Kapal Api #terkendala #respon #kapal api #resto #Heru Eko Pramono #investasi #restoran #kafe #Kota Blitar #cagar budaya