Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Petani Blitar Ini Sukses Tanam Bawang Merah dengan Hasil Panen sampai 5 Ton Lewat Metode Sendiri

Alzena Beuty Metya • Senin, 28 Juli 2025 | 04:00 WIB
SUBUR: Hamparan tanaman bawang merah hasil olahan Samsul warga Kanigoro, Blitar.
SUBUR: Hamparan tanaman bawang merah hasil olahan Samsul warga Kanigoro, Blitar.

 

BLITAR - Berawal dari profesi buruh tani, Samsul, warga Desa Banggle, Kecamatan Kanigoro, menemukan ketertarikan pada dunia pertanian.

Namun, dia menyadari bahwa mengelola sawah milik sendiri dibutuhkan langkah berani.

Dia memutuskan merantau ke Batam, bekerja di sebuah perusahaan minyak dan mengumpulkan modal.

Setelah pulang kampung, dia menjadi seorang petani bawang merah sejak 2018, hingga beri empat kunci sukses dalam bertani.

Dia bertekad untuk mencoba mengelola sawah sendiri. Dia memulai dengan menyewa lahan 80 RU dan menanam padi serta jagung.

Namun, dia merasa keuntungan dari padi dan jagung kurang menjanjikan.

Lalu, dia memberanikan diri bertanya kepada tetangga yang sukses menanam bawang merah. Dia pun tertarik akan potensi ekonomis dari tanaman ini.

“Intinya jangan takut rugi atau modal banyak. Karena kalau takut, kita nggak akan pernah mencoba, dan siapa sangka ada rezeki di baliknya,” ujarnya.

Photo
Photo

Keberanian dan semangat Samsul untuk menekuni profesinya ini memberikan hasil yang memuaskan. Lahan 80 RU yang disewa kini telah berkembang menjadi 3 hektare.

Dengan pengelolaan yang tepat dan naiknya harga di pasar, omzetnya bisa melambung hingga Rp 200 juta, sebanyak 5-6 ton panen bawang merah.

Kesuksesan Samsul telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Karyawan aktif mencapai 15 orang dan saat panen bisa 40 orang yang bekerja. Mulai dari panen hingga pemisahan daun dari bawang merah.

“Pertama, pengelolaan lahan dengan menjaga pH tanah 5,5-7. Kedua, pemilihan bibit yang bagus dengan penyimpanan 4-6 bulan. Ketiga, perawatan yang bagus” jelasnya.

“Irigasi yang baik sangat diperlukan dalam menanam bawang merah, pemberian nutrisi dan pupuk yang cukup, dan pengendalian serangga serta jamur. Ini menjadi kunci dalam perawatan bawang merah. Paling penting itu faktor rezeki, karena kalau tidak rezeki bisa saja rugi,” tambahnya. (mg3/c1/ady)

 

Editor : M. Subchan Abdullah
#petani #blitar #lapangan pekerjaan #metode #lahan #buruh tani #kanigoro #modal #bawang merah #panen