BLITAR - Harga bawang merah mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir. Hingga Selasa (29/7/2025) harga bumbu dapur tersebut masih bertengger di kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu per kilogram.
Usut punya usut, kenaikan harga tersebut dipicu karena faktor menipisnya stok bawang merah dari petani lantaran cuaca yang kurang mendukung.
Imbasnya, hasil panen petani menurun, sementara permintaan bawang merah di pasaran stabil.
Pantauan Radar Blitar ini di Pasar Templek, harga bawang merah kini tembus Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu per kilogram.
Sebelumnya, harga bawang merah hanya berkisar Rp 38.000–Rp 45.000 per kilogram. Kenaikan harga tersebut masih bertahan dalam sepekan terakhir.
Salah satu pedagang bumbu dapur, Agus Priyanto mengungkapkan, kenaikan harga terjadi sejak sepekan terakhir. Dampak cuaca diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya kenaikan harga.
“Mungkin karena cuaca ya mas sehingga berdampak pada hasil panen petani yang menurun,” jelasnya.
Menurut dia, kenaikan harga tak hanya terjadi pada bawang merah, tetapi juga pada beberapa jenis sayuran. Di antaranya ada tomat dan timun.
“Kondisi barang dari petani sedikit, sementara permintaan tinggi,” ujar pria 49 tahun ini.
Pedagang lain, Sri Utami menduga, kenaikan itu juga dipengaruhi oleh biaya transportasi yang membengkak. Imbasnya, harga bawang merah ikut terkerek naik.
“Semoga harganya kembali stabil. Daya beli masyarakat bisa kembali normal,” harapnya.
Baca Juga: Cuma Ada di Blitar! Ritual Seruling Penataran Hadirkan Suasana Kerajaan Saat Purnama
Di tempat yang sama, Nadia pedagang lain menyebut, kenaikan harga bawang merah turut berdampak pada daya beli masyarakat. Tak sedikit pembeli yang mengurangi takaran belinya.
“Yang sebelumnya bisa beli kiloan, kini masyarakat hanya bisa beli eceran Rp 10 ribu atau Rp 5 ribu saja,” tandasnya. (mg3/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah