BLITAR – Program belanja aparatur sipil negara (ASN) di pasar tradisional Kabupaten Blitar terus belanjut.
Program itu menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar meramaikan pasar.
Bahkan, perputaran uang dari kegiatan ini dapat tembus Rp 1 miliar (M) dalam sehari.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar, Darmadi mengatakan, gerakan belanja ini sangat ditunggu para pedagang karena mampu menggerakkan ekonomi pasar yang selama ini sepi.
Maka dari itu, mulai tahun lalu program ini sudah dilakukan setiap sebulan sekali pada tanggal 17.
“Kami sangat mendukung program ini karena benar-benar dinanti para pedagang. Ini bagian dari ikhtiar kami untuk membangkitkan kembali geliat pasar tradisional,” ujarnya.
Darmadi melanjutkan, keluhan sepinya pasar memang menjadi isu umum. Banyak konsumen kini lebih memilih berbelanja daring karena dinilai lebih praktis dan murah.
Namun demikian, dia tetap mendorong masyarakat agar kembali berbelanja secara langsung ke pasar rakyat.
Program belanja ASN ini, kata Darmadi, diinisiasi oleh kalangan ASN, ibu-ibu PKK, dan ke depan akan diperluas ke pelajar mulai dari tingkat TK hingga SMA. Harapannya, kegiatan ini bisa menumbuhkan kembali budaya belanja di pasar tradisional.
“Walaupun hanya dilakukan satu bulan sekali, dampaknya terasa besar bagi pedagang. Ini juga jadi momen yang sangat ditunggu mereka,” jelasnya.
Darmadi berharap program ini bisa terus berkembang dan didukung semua pihak. Dengan begitu, pasar tradisional kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Tentu menambah perputaran ekonomi para pedagang.
Disperindag pun mencatat data belanja ASN secara terstruktur melalui sistem kupon by name by address. Ada 10 ribu ASN Pemkab Blitar yang terlibat dalam progam ini.
Jika masing-masing membelanjakan minimal Rp 100 ribu, maka dalam satu hari terjadi perputaran uang hingga Rp 1 M.
“Angka ini sangat signifikan. Harapan kami, teman-teman ASN bisa konsisten melaksanakan program ini tiap tanggal 17. Tapi bulan ini dimajukan ke tanggal 1, karena 17 Agustus bertepatan dengan hari Minggu,” terangnya. (jar/c1/ynu)
Editor : M. Subchan Abdullah