BLITAR – Masih percaya kalau hidup hemat bisa bikin cepat kaya? Hati-hati, kamu bisa terjebak mitos keuangan yang sudah usang. Kelly Patricia, seorang content creator sekaligus pengusaha muda yang dikenal lewat konten edukasi finansialnya, membongkar fakta menarik: berhemat saja tidak akan membuatmu cepat kaya—apalagi kalau penghasilanmu pas-pasan.
Dalam sebuah video edukatif yang viral di media sosial, Kelly menegaskan bahwa banyak orang terjebak pada ilusi finansial bahwa menahan diri dari beli kopi susu atau jajan di luar bisa bikin saldo tabungan meledak. “Kalau gajimu dua juta dan kamu hemat 100 persen pun, kamu butuh lebih dari 40 tahun buat nyentuh angka 1 miliar. Itu pun kalau kamu bisa hidup tanpa makan, minum, dan inflasi,” kata Kelly.
Konsep hemat itu tetap penting, tapi menurut Kelly, strategi untuk cepat kaya justru dimulai dari hal yang lebih mendasar: meningkatkan penghasilan. "Hemat tanpa income yang naik, itu kayak ngisi ember bocor. Niatnya nabung, ujung-ujungnya tetap boncos," jelasnya. Alih-alih fokus menekan pengeluaran, Kelly menyarankan untuk memperbesar sumber pemasukan dan membuat sistem keuangan yang cerdas.
Baca Juga: Fantastis, Perputaran Uang Program ASN Blitar Belanja di Pasar Tradisional Tembus Rp 1 M dalam Sehari
Hidup Hemat Tapi Gagal? Bisa Jadi Kamu Terjebak "Self-Reward Trap"
Salah satu jebakan finansial yang banyak dialami Gen Z dan milenial adalah “self-reward trap”. Menurut Kelly, banyak orang yang merasa sudah berhemat mati-matian sebulan penuh, lalu memanjakan diri di akhir bulan dengan dalih "reward tipis-tipis". Sayangnya, "tipis-tipis" ini seringkali justru berujung pada pengeluaran impulsif yang merusak rencana keuangan.
“Karena kita makhluk kebiasaan. Kalau kamu terbiasa jajan kopi setiap hari, lalu tiba-tiba stop total, tubuh kamu akan ‘ngambek’. Ujung-ujungnya, kamu kalap belanja,” ujar Kelly. Inilah alasan mengapa pendekatan ekstrem dalam berhemat sering gagal dalam jangka panjang.
Cara Realistis Capai 1 M Pertamamu
Bagi Kelly, cara tercepat untuk menuju kekayaan—dalam hal ini 1 miliar pertama—bukanlah mengencangkan ikat pinggang, melainkan memperluas peluang. Ia membagikan beberapa strategi yang terbukti realistis dan bisa dimulai siapa saja, termasuk karyawan bergaji UMR:
Baca Juga: Siap-siap Suasana Berbeda, Pemkot Blitar Ubah Format Upacara HUT ke-80 RI di Alun-Alun
- Cari side hustle: Di era digital, banyak pekerjaan sampingan bisa dimulai hanya bermodal HP dan kuota. Mulai dari jadi fotografer, desain logo, bikin konten, buka les privat, hingga jadi reseller produk online.
- Bangun bisnis kecil: Menurut Kelly, “Bisnis enggak harus langsung gede. Kamu bisa mulai dari hampers, kue rumahan, atau jualan baju online.” Ia sendiri memulai dari bisnis dekorasi pesta sebelum berkembang menjadi content creator.
- Personal branding: “Modal HP dan konsisten ngonten bisa menghasilkan uang dari adsense, affiliate, sampai endorse,” jelasnya. Ini juga membantu promosi usaha pribadi agar terlihat lebih profesional dan dipercaya calon konsumen.
Baca Juga: Peluang Cuan Pertanian Hidroponik Makin Dilirik Sebagian Masyarakat di Blitar Terutama Kalangan Muda
Upgrade Skill = Upgrade Income
Bagi yang merasa tidak punya keahlian, Kelly menyarankan untuk belajar skill baru yang relevan di pasar kerja saat ini. Misalnya: digital marketing, public speaking, desain grafis, atau bahkan cara pakai AI seperti ChatGPT. “Skill itu aset. Makin banyak skill kamu, makin banyak juga peluang cuan yang bisa kamu raih,” ucapnya.
Selain itu, manajemen keuangan juga penting. Kelly mengenalkan konsep “pay yourself first”—di mana begitu mendapat gaji, seseorang wajib langsung menyisihkan untuk tabungan dan investasi sebelum belanja kebutuhan lain. “Kalau kamu nunggu sisa, seringnya ya... sisanya enggak ada,” tambahnya.
Investasi dan Pajak Juga Harus Cerdas
Dalam videonya, Kelly juga membahas pentingnya memilih investasi yang sesuai tujuan dan jangka waktu. Misalnya:
-
Untuk jangka pendek: reksa dana pasar uang
-
Jangka menengah: reksa dana pendapatan tetap
-
Jangka panjang: saham atau reksa dana saham
Selain itu, ia menekankan pentingnya memahami strategi efisiensi pajak secara legal. Contohnya, membeli aset atas nama bisnis (PT atau CV), mencatat biaya operasional secara rapi, dan memilih instrumen investasi yang bukan objek pajak. “Ngapain capek-capek cari duit, kalau ujungnya kebocoran di pajak?” katanya.
Baca Juga: Melihat Pos Curhat Kenasih di Kelurahan Pakunden Blitar yang Jadi Tempat Aman untuk Curhat
Webinar Gratis: Strategi Keuangan Anti Boncos
Untuk memperluas dampak edukasi finansialnya, Kelly akan menggelar webinar keuangan bareng Vincent, seorang ahli pajak, pada 14 Agustus 2025. Tema yang dibawakan: “Personal Finance Anti Boncos, Investasi Cerdas dan Ramah Pajak”. Dalam sesi ini, peserta akan belajar cara menyusun sistem keuangan pribadi, alokasi investasi, serta teknik mengatur uang menggunakan teknologi seperti ChatGPT.
Kesimpulan: Berani Ubah Strategi, Siap Capai 1 M
Jalan menuju 1 miliar bukan soal menahan diri dari semua godaan, tapi soal pintar membaca peluang. Kelly Patricia menutup videonya dengan pesan: “Cepat kaya bukan soal nasib atau koneksi. Tapi soal strategi dan disiplin. Semua orang bisa, asal tahu caranya.”
Editor : Anggi Septian A.P.